Sanggar Sesaji Siapkan Konsorsium Jilid 2

231
Pagelaran Konsorsium Jilid 2 Sanggar Sesaji Banjarmasin digelar di Taman Budaya Provinsi Kalsel, Sabtu (31/3/2018) malam

KabarKalimantan, Banjarmasin – Mendorong perkembangan ekonomi kreatif lewat pergelaran seni, Sanggar Sesaji gelar Konsorsium Jilid 2. Kegiatan ini digadang-gadang menjadi event internasional.

Ibarat kata, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Artinya, segala pekerjaan akan terasa mudah jika dilakukan bersama-sama. Mengambil makna tersebut, Sanggar Sesaji asal Banjarmasin menamai kegiatan tahunannya dengan Konsorsium.

Konsorsium sendiri berarti pembiayaan secara bersama pada suatu proyek atau Perusahaan yang dilakukan oleh dua atau lebih bank atau lembaga keuangan. Konsorsium merupakan bahasa yang sering dipakai dalam dunia ekonomi.

Lalu, bagaimana jika nama yang berasal dunia ekomomi ini digunakan seniman dalam karyanya? Tentunya ini merupakan hal yang lazim. Mengingat kesenian tidak pernah mengenal batasan dalam setiap eksplorasi yang dilakukan pegiatnya.

Nah, sanggar yang dibawah naungan Yayasan Sesaji pimpinan Rudi Karno ini mencoba melakukan ekspolarasi dari hal yang terkecil. Beranjak dari kegelisahan mereka akan dunia perteateran di Banua, Sanggar Sesaji kembali menyuguhkan ruang pegelaran.

Pagelaran yang rencananya dilaksanakan pada Sabtu (31/3/2018) pukul 20.00 Wita tersebut bertempat di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin rupanya bukan yang pertamakalinya dilakukan Sanggar Sesaji.

Menuai sukses Konsorsium 2017 lalu, Sanggar Sesaji kembali menghadirkan Konsorsium Jilid 2 dan direncanakan menjadi agenda tahunan.

Tentu ini akan menjadi pagelaran yang dinanti. Betapa tidak, peserta yang tampil nanti tidak hanya dari Kalimantan Selatan saja. Satu komunitas asal Kaliamantan Timur sudah mengisi jadwal pada pergelaran tersebut.

Adapun penampil dari provinsi tetangga itu ialah Studi Teater Oleon Balikpapan Indonesia (STOBI) Kalimantan Timur. Mereka akan menampilkan sebuah teater modern dengan judul “Diva” yang disutradarai Badrudin Noor.

Untuk pementas lokal sendiri, ada SMAN 1 Kandangan yang akan menyuguhkan teater modern dengan judul “Istidrat” disutradarai Zaini, pantomim dengan judul Geliat Pasar Tarapung dari SDIT Ukhuwah Banjarmasin.

Juga musikalisasi puisi dari SMAN 1 Sungai Tabuk yang dipimpin Hendra Cipta, dan yang terakhir Tari Me Ontah Ilau dari Generasi Tabalong (Genta) yang ditata Dadang Suhaimi dan Dewi Puspa Sari.

Ketua Pelaksana Kegiatan Konsorsium Jilid 2 Sigit Purwanto mengatakan, kesiapan acara sudah mencapai 80 persen. Dari gedung pementasan, hingga penginapan bagi peserta dari luar daerah juga sudah siap dari jauh-jauh hari.

“Penginapan kami dibantu taman budaya, bagi peserta dipersilahkan untuk mengginap di sana. Kalau untuk tiket sudah bisa dipesan, harganya Rp 15 ribu,” ucapnya.

Disinggung soal pendanaan, Pria yang akrab disapa Egy ini mengungkapkan, anggaran pagelaran dihimpun dari uang pendaftaran peserta. Selain itu Juga atas dukungan dari Taman Budaya Provinsi Kalsel, Adaro Indonesia, dan PT Tirta Perkasa.

Sedang untuk publikasi, Konsorsium Jilid 2 menggandeng Kabar Kalimantan sebagai media patner, serta beberapa media lokal lainnya. “Kalau bantuan dalam bentuk dana khususnya pemerintah hampir tidak ada,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan terkait konsep pagelaran. Konsorsium Jilid 2 diusung untuk mendorong berkembangnya ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan. diharapkan kegiatan ini dapat melibatkan lebih banyak lagi peserta dari luar daerah.

Jika tahun ini sudah ada dari provinsi tetangga. Egy ingin kegiatan selanjutnya sudah berskala nasional, bahkan internasional. “Tentunya faktor pendorong kesuksesan tersebut ialah finansial yang memadai,” pungkasnya.

M ALI NAFIAH NOOR / M SYAHBANI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here