Sel. Mar 31st, 2020

Satpol PP Datang, Malang Nasib Pedagang

2 min read

Giat : Satpol PP Banjarmasin gerebek satu buah warung makan di Terminal Induk KM 6 yang buka di siang bolong bulan Ramadhan, Selasa (22/5/2018).

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sudah jatuh tertimpa tangga. Istilah ini sepertinya tepat untuk menggambarkan nasib yang menimpa Samah dan Miranti.

Dua pemilik warung makan di kawasan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin ini terlihat menunjukkan muka masam lantaran pengunjung yang sedang asyik menyantap masakan di rumah makannya tiba-tiba kocar-kacir berlarian sebelum membayar.

Para pengunjung rumah makan yang berlokasi di Jalan Pramuka, Banjarmasin itu kabur setelah melihat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin datang melakukan giat penertiban warung ‘sakadup’ yang buka di siang bolong bulan Ramadhan, Selasa (22/5/2018).

Nahas, sudah rugi puluhan ribu, Samah dan Miranti juga harus berurusan dengan hukum. Mereka dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring) karena sudah melanggar Perda Kota Banjarmasin nomor 4/2005 tentang larangan kegiatan pada bulan Ramadhan.

Menurut Samah, ia membuka warung makannya baru dua hari lalu. Ia tetap bersikekeuh berjualan di siang hari saat umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa karena banyak keuntungan yang didapat dari hari-hari biasa.

Baca Juga :   Soal Pembongkaran Bangunan Depan RS Sultan Suriansyah, Satpol PP Belum Siap

Ia menjelaskan, warung makannya itu memang sudah menjadi langganan para sopir dan penumpang yang hendak bepergian dari Terminal KM 6 tersebut. “Satu porsi dibanderol seharga Rp 15 ribu. Bukanya sejak jam sarapan,” ujar Samah.

Selain kawasan terminal, giat gabungan yang dilakukan Satpol PP dan jajaran Polresta Banjarmasin itu juga menyisir beberapa tempat lain. Seperti Jalan Ahmad Yani Km 4-5. Namun sayangnya, di sana tidak membuahkan hasil. Karena warung yang menjadi sasaran sudah tutup.

Kemudian, penyisiran dilanjutkan ke Jalan Veteran. Di sana ada beberapa tempat yang disatroni yakni, Depot Titi Jo, Depot Nyonya Igin, Depot Medan dan warung Mie Dayus. Selain para pemilik warung, Satpol PP juga mengamankan dua pembeli yang kedapatan makan di tempat.

Giat tidak berakhir sampai di situ, penyisiran dilanjutkan kembali ke Jalan Pangeran Samudera, tepatnya Gang Penatu. Di sana ditemukan warung yang sedang buka, namun tidak ada pembeli.

Baca Juga :   Pemkot Terlalu Baik, Bando Tak Berizin Masih Boleh Pasang Iklan

Dari hasil penyisiran tersebut, Satpol PP mengamankan 10 orang yang merupakan 8 pedagang dan 2 pembeli.

Kasi Penegakan Perda Satpol PP Banjarmasin Mulyadi mengatakan, giat yang dilakukan semata-mata untuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4/2005 tentang perubahan atas Perda nomor 13/2004 tentang larangan kegiatan pada bulan Ramadhan.

Dalam Perda itu, sudah jelas diatur kegiatan makan minum di tempat umum saat siang hari pada Ramadhan merupakan perbuatan melanggar hukum. Sehingga pihaknya menindak tegas siapa saja yang melanggarnya.

“Selain pemilik warung, gelas dan piring yang kami sita ini akan dijadikan sebagai barang bukti. Kemudian berita acara pemeriksaan (BAP) akan  kami serahkan ke pengadilan untuk proses lebih lanjut,” ucapnya.

Selain itu dia manginformasikan, untuk peraturan warung yang menjajakan dagangan khusunya makanan saat Ramadhan diperbolehkan buka dari pukul 17.00 Wita. Jika kedapatan buka di bawah waktu tersebut tentunya merupakan sebuah pelanggaran. “Terkecuali untuk pasar wadai. Di sana boleh buka pukul 15.00 Wita,” jelasnya.

Baca Juga :   Ajarkan Anak Baca Alquran Sejak Dini

M SYAHBANI

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.