SBAF 2018, Perkenalkan Seni dan Budaya, Sekaligus Promosikan Wisata Kiram Park pada Dunia

1091

KabarKalimantan, Martapura – Event skala internasional, South Borneo Art Festival (SBAF) selain sebagai wadah menampilkan kesenian dan budaya antar nusantara dan mancanegara, juga sebagai upaya memperkenalkan destinasi wisata yang dimiliki Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Yusuf Effendi mengatakan, tujuan South Borneo Art Festival 2018 yang dilaksankan mulai 11-19 November berlokasi di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Sebagai upaya Pemerintah Provinsi untuk mempromosikan wisata Banua.

Menurutnya, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata yang bukan hanya warga Kalsel sendiri, tetapi juga warga mancanegara yang ikut serta dalam kegiatan SBAF tersebut.

“Semoga tampilan di SBAF ini dapat menghibur, sekaligus mempromosikan khasanah dan budaya Kalsel. Mudah-mudahan menjadi daya tarik bagi wisatawan khususnya wisatawan mancanegara,” ucap Yusuf dalam sambutannya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris sangat mengapresiasi kegiatan SBAF 2018 tersebut.

Baca Juga :   Pilgub Kalsel 2020, Golkar Mantap Usung Petahana

Haris mengatakan dalam sambutan tertulis Gubernur, kehadiran delegasi seniman yang datang dari negara sahabat tersebut, ikut berpartisipasi dalam membuka pintu kebudayaan untuk saling mengenalkan kesenian dan kebudayaan di berbagai belahan dunia.

“Karena itu, kita semua harus menghargai seni dan budaya, dan bertanggungjawab memelihara seni dan budaya agar tidak sirna dari kehidupan kita,” ucap Haris.

Selain itu, ia meminta, melalui SBAF seperti ini, para generasi lebih menghargai, memelihara dan sekaligus mewariskan berbagai keragaman unik dari budaya Kalsel.

“Baik dalam bentuk tampilan seni budaya seperti pembacaan puisi, tari, musik, teater, instalasi seni maupun bentuk-bentuk budaya lain dari Kalsel,” katanya.

Ia berharap, sebagai event skala internasional yang menampilkan tentang kebudayaan Kalsel, kiranya generasi mendatang lebih memahami kesusastaraan dan tampilan budaya Kalsel.

“Karena event ini juga diikuti beberapa negara sahabat, saya berharap bagi perwakilan Kalsel mampu mengomunikasikan budaya Kalsel kepada perwakilan-perwakilan negara sahabat,” kata Haris.

Baca Juga :   Paman Birin : Kalsel Siap Jadi Tuan Rumah Festival Buah Internasional

Disamping itu, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin dalam sambutannya, sangat bangga dan mengapresiasi kepada panitia pelaksana, yakni Teater Kita Foundation atas kinerja yang telah diberikan sebagai upaya melestarikan serta melakukan terobosan dalam menumbuhkembangkan seni dan budaya Kalsel.

“Saya berharap event seperti ini agar dapat berkelanjutan, sehingga budaya Kalsel tidak akan tergerus oleh waktu, dan ke depan keterlibatan peserta dari negara sahabat juga diharapkan terus akan bertambah. Karena kami menginginkan Kalsel menjadi rumah masa depan untuk bersatunya pergelaran seni dan budaya dunia,” pungkasnya.

Dalam pembukaannya, panitia menampilkan tarian Kalsel yakni, Haderah dan Baksa Kambang menjadi pembuka, dilanjutkan dengan tari Topeng Losari oleh Nur Anani dan teaterikal yang dibawakan oleh seniman Bandung, Abah Yosef dan ditutup dengan musik panting.

Seorang pekerja seni asal Jepang, Moritori, mengatakan Kalsel punya beragam seni dan budaya yang unik dan khas sehingga harus dikembangkan dan dipertahankan. “Kami suka seni tari baksa kembang dan irama musik panting sangat unik, saya sangat suka bisa diundang ke Kiram, harapannya semoga kegiatan ini jadi agenda tahunan. Kami apreasiasi keindahan Desa Kiram, ” pungkas Mahasiswi desain di Tokyo ini.

Baca Juga :   Sepenggal KIsah Perjalanan Hidup Paman Birin, Dari Buruh Pelabuhan hingga Jadi Gubernur

Syahri Ramadhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here