SDN Mawar 7, Ajari Peduli Lingkungan Dari Bangku Sekolah

800

KabarKalimantan, Banjarmasin – Suasana proses belajar mengajar di SDN Mawar 7 Banjarmasin berjalan seperti biasa pagi itu, Kamis (7/2/2019).

Selain aktivitas belajar di kelas, beberapa siswa/i mengenakan setelan olahraga sedang sibuk bergotong royong.

Mereka mendapat tugas memindahkan tanah yang ada di pinggir lapangan,  untuk keperluan pemeliharaan taman di halaman sekolah.

Bell pelajaran jam ke 2 berbunyi. Menandakan jika waktu istirahat juga telah sampai. Para pelajar bergegas keluar dari kelas masing-masing.

Tujuannya kalau tidak ke kantin, kemana lagi? Maklum, 2 jam pelajaran sudah dilalui. Selain perut mereka sudah mulai keroncongan, tentu tenggorokan juga sudah terasa haus.

Nur Alya Khalishah sabar menunggu giliran pelayanan dari pedagang di kantin. Tangan yang satu terlihat erat menggenggam uang jajan, dan satunya lagi memegang tumbler (tempat minum).

Setelah sabar menunggu, akhirnya tumblernya terisi. “Memang tak dibolehkan lagi pakai kantong plastik. Kami harus bawa tempat sendiri,” ucap siswi kelas 5a itu saat ditanya soal tumbler warna merahnya.

SDN Mawar 7 memang salah satu sekolah yang memiliki sistem pendidikan lingkungan. Selain dijejali pelajaran di kelas, siswa/i disana juga selalu diajarkan bagaimana cara memelihara lingkungan sekitar.

Salah satunya larangan untuk menggunakan kantong plastik saat jajan di sekolah juga sudah cukup lama diterapkan. Pelajar diwajibkan membawa tumbler dan rantang makan dari rumah.

Aturan ini tidak hanya berlaku bagi pelajar saja. Pedagang di kantin juga harus mengikutinya. Mereka disuruh mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.

Kalau melanggar, tentu akan mendapat sanksi ataupun teguran dari sekolah. “Yang masih susah diatur pedagang diluar. Masih saja ada pakai kantong plastik,” imbuh Kepala SDN Mawar 7 Banjarmasin, Rusnaidah.

SDN yang beralamat di Jalan Cempaka 9 Rt 3 no 20, Banjarmasin Tengah itu sejak 2016 memang tercatat sebagai Sekolah Adiwiyata. Sebelumnya pada 2013 sekolah ini masuk program Green School.

Kedisiplinan terkait kepedulian dan pemeliharaan lingkungan bagi siswa/i SDN Mawar 7 tidak semerta-merta bisa langsung dilakukan begitu mudah, seperti membalikan telapak tangan.

Berangkat dari kebiasaan  siswa/i yang membawa tempat jajan dengan kesadaran sendiri. Akhirnya secara perlahan kegiatan itu menjadi suatu kewajiban di sekolah.  

Seri Sugiarti, guru yang mendampingi Rusnaidah saat diwawancara mengenangnya sebagai perjuangan  yang cukup menantang.

“Sampai-sampai ada rasa takut bayar air jebol. Kalau bawa tempat sendiri kan usai tempat jajan dipakai harus dicuci lagi. Tapi ternyata tidak. Solusinya diganti dengan tisu,” bebernya.

Sementra dimintai tanggapan pedagang dikantin, terkait aturan dari sekolah mereka mau tidak mau harus mengikuti “Daripada dilarang jualan,” ucap Farida.

Sebelum kantin menjadi sasaran aturan sekolah, Farida sering menggunakan kemasan plastik sekali pakai. “Kalau gelas plastik transparan dibuang saja. Sekarang pakai gelas biasa. Bisa dicuci,” bebernya.

Ternyata setelah mengikuti aturan, bukannya rugi yang didapat, ternya malah Farida bisa melakukan efisiensi anggaran sampai Rp 40 ribu per hari.

“Satu hari hematnya bisa sampai Rp30 ribu untuk gelas plastik sekali pakai. Sedang tempat makan plastik bisa hemat Rp10 ribu,” pungkasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   Balangan Dorong Sekolah Berkonsep Adiwiyata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here