Jum. Feb 28th, 2020

Sejumlah Instansi Terkait Berembuk Pecahkan Masalah Pencemaran DAS Satui

2 min read

KabarKalimantan, Batulicin – Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Satui yang diduga akibat limbah tambang batubara menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Untuk kesekian kalinya, Pemkab Tanbu mengundang pihak terkait untuk duduk bersama merembukkan masalah itu, seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suhartoyo, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Anwar Salujang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik HM Thaha, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rahmat Prapto Udoyo, Kadis PUPR H Ansari Firdaus, Kadinsos Basuni, Plt Kadis Perikanan Yulian Herawati, Kabag Ekonomi Didi Al Hamidi, Kabag Hukum Irwan, Camat Satui Heri Kurbiansyah, dan perwakilan Kapolsek Satui, serta beberapa pihak lainnya.

Dalam pertemuan sebelumnya, pihak DLH Tanbu menerangkan sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan berkoordinasi dengan instansi teknis Pemprov Kalsel.

Terkait pencemaran limbah di DAS Satui itu, Camat Satui Herry Kurbiansyah angkat menerangkan, tercemarnya Sungai Satui sangat berdampak pada mata pencaharian para nelayan. Di sisi lain, juga sangat dirasakan para pelanggan PDAM yang mengeluhkan menurunnya kualitas air yang didistribusikan.

“Masyarakat Satui berharap, pemerintah daerah secepatnya melakukan tindakan dan solusi dalam menangani pencemaran air sungai tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Sekda H Rooswandi Salem mengungkapkan, ada beberapa tindakan yang sudah diambil oleh pemerintah daerah, seperti telah menutup aliran pembuangan air limbah dari tambang batubara yang menjadi sumber pencemaran beberapa waktu lalu, namun hasilnya belum maksimal.

Selain itu, lanjut Sekda, dalam waktu dekat ini pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas ESDM Provinsi Kalsel dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel selaku instansi yang berwenang dalam urusan perizinan pertambangan.

“Mengingat kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, kita tidak bisa terus menerus untuk menunggu respon dari pihak provinsi. Maka dari itu, pemkab telah mengambil langkah strategis untuk penanganan penutupan aliran pembuangan air limbah itu, kemudian melakukan upaya teknis penanganan dan normalisasi air sungai,” tandasnya.

Terkait kualitas distribusi air PDAM ke wilayah Satui, lanjutnya, untuk jangka panjang Pemkab Tanbu akan melakukan kajian teknis terkait sumber air baku PDAM Satui yang sebelumnya menggunakan sumber air dari pegunungan.

Sementara terganggunya mata pencaharian para nelayan yang hanya bergantung pada Sungai Satui juga diungkapkan Rooswandi, pihak Dinas Perikanan Tanbu akan melakukan pendataan secara spesifik sebagai solusi para nelayan yang akan diberikan pengetahuan dalam pengembangan perikanan budidaya dengan pemanfaatan jaring apung dan bioflok, yaitu beralih dari nelayan menjadi pembudidaya ikan.

“Untuk masterplan besar penanganan Sungai Satui telah dibahas beberapa waktu yang lalu dengan pihak Provinsi Kalsel, pemerintah pusat dan kabupaten. Peta sasaran utama adalah antisipasi banjir dan penangan reklamasi,” katanya.

Perlu diketahui masyarakat, perusahaan pertambangan sudah menyetorkan dana jaminan reklamasi ke Pemprov Kalsel, sehingga Pemkab Tanbu meminta kepada Pemprov Kalsel agar segera direalisasikan penangan secara konstruktif dan komprehensif.

Pada kesempatan yang sama, Kepala DLH Tanbu Rahmat Prapro Udoyo menyebutkan, penyumbang terbesar pencemaran sungai berasal dari eks bukaan lahan tambang di perbatasan Tanah Bumbu–Tanah Laut.

Aktivitas penambang di Kabupaten Tanah Laut pun diminta menghentikan sumber pencemaran maka harus dilakukan rehabilitasi atau ditutup lubang galiannya.

“Untuk penutupan bekas lubang tambang barubara itu merupakan kewenangan pihak ESDM Provinsi Kalsel,” pungkas Rahmat Prapti Udoyo.

Reporter: Slamet Riadi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.