Rab. Agu 5th, 2020

Sektor Pendidikan dan Kesehatan di Bumi Sanggam Meningkat Pesat

4 min read

KabarKalimantan, Paringin – Tak terasa, empat tahun sudah kepemimpinan Bupati Balangan H Ansharuddin bersama wakilnya H Syaifullah sebagai nahkoda Pemerintahan Kabupaten Balangan.

Selama kurun waktu tersebut, tak hanya sektor pembangunan yang terlihat semakin maju, namun bidang pendidikan dan kesehatan juga semakin meningkat pesat.

Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Balangan, capaian kualitas bidang kesehatan pada tahun 2019 menunjukkan rata-rata sebesar 85,58 persen.

Capaian yang cukup memuaskan tersebut tergambar dalam program yang dijalankan, pertama indikator Usia Harapan Hidup (UHH) yang terdiri atas program upaya kesehatan masyarakat, program obat dan perbekalan kesehatan, program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular serta program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular.

Kedua, indikator Angka Kematian Ibu (AKI) yang terdiri atas program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak dan program kesehatan keluarga. Kemudian yang ketiga, indikator Angka Kematian Bayi (AKB) yang terdiri atas program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita.

Tercatat, UHH Kabupaten Balangan tahun 2019 mencapai 98,07 persen, atau lebih baik dibanding tahun 2018 dimana angkanya mencapai 98,02 persen. Dengan data ini, maka predikat kinerja yang dicapai sangat tinggi. Sementara target tahun 2019, usia harapan hidup berada pada angka 68,92 persen, sedangkan realisasi berada pada angka 67,59 persen. Capaian pada tahun 2019 lalu itu mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2018.

Menurut Bupati Ansharuddin, ada beberapa faktor yang memengaruhi tingkat UHH di Balangan. Pertama adalah morbiditas (kesakitan) dan mortality (kematian). “Semakin rendah angka kesakitan dan kematian, maka semakin tinggi pula UHH,” jelasnya, Rabu (23/6/2020).

Ia menjelaskan, di Kabupaten Balangan ini angka kesakitan dan kematian dapat ditekan dengan pencegahan dan pengobatan melalui jaminan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Balangan memberikan universal coverage health kepada seluruh masyarakat Bumi Sanggam.

“Pelayanan kesehatan lansia. Pelayanan kesehatan lansia di puskesmas oleh tim posyandu lansia setiap bulan dan setiap minggu untuk kelompok lansia kabupaten bekerjasama dengan PKK kabupaten. Di samping itu, pembentukan puskesmas santun lansia yang berkoordinasi dengan desa yang belum memiliki posyandu agar membentuk posyandu untuk lansia dan dana untuk pelaksanaannya dianggarkan dari dana desa,” jelasnya.

Selanjutnya, penyakit menular dan tidak menular, pencegahan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) yaitu pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini PTM melalui Posbindu, Pustu maupun Puskesmas, melaksanakan program imunisasi yang bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Kemudian, menurunkan AKI dan AKB melalui beberapa program dan kegiatan yang mendukung penurunan angka AKI dan AKB untuk meningkatkan UHH. Capaian indikator UHH pada tahun 2019 dengan target capaian tahun 2021 adalah 97,06 persen. Artinya predikat sangat tinggi. Sedangkan target UHH pada akhir RPJMD adalah 69,64 persen.

Adapun perbandingan realisasi UHH provinsi adalah 68,23 persen. Sedangkan realisasi UHH Kabupaten Balangan adalah 67,59 persen. Ini mengindikasikan UHH Balangan sedikit lebih rendah yakni selisih 0,64 persen.

Dalam rangka merealisasikan penurunan angka AKI ini, lanjut Ansharuddin, ada beberapa program yang dijalankan yakni, melaksanakan kelas ibu hamil sebanyak 73 kelas yang danai melaluiAPBD, DAK dan CSR PT Adaro. Pengadaan dua buah rumah tunggu di wilayah kerja Puskesmas Paringin dan wilayah kerja Puskesmas Tebing Tinggi dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digunakan untuk peristirahatan ibu hamil risiko tinggi.

“Penambahan jumlah poskesdes, dengan penambahan 10 buah Poskesdes baru dan dua buah penambahan ruang, agar seluruh desa memiliki Poskesdes. Sehingga ke depannya Poskesdes merata di Kabupaten Balangan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Balangan melalui APBD II yang diakomodir Dinas Kesehatan membayar premi asuransi kesehatan ke BPJS, yang jaminan tersebut dapat digunakan untuk ibu hamil, ibu bersalin dan nifas agar memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan.

Kemudian, mengadakan pengkajian kasus-kasus kematian ibu mulai dari tingkat puskesmas sampai tingkat kabupaten dengan tim manajemen, pengkaji, dan tim komunitas pelayanan SpOG.

Pemeriksaan terhadap ibu hamil sesegera mungkin sebelum usia kehamilan 12 minggu dan pemeriksaan ibu hamil sesuai standar baik di Puskesmas dan jaringannya mendatangkan dokter spesialis Obgyn ke puskesmas untuk mendeteksi remisiko ibu hamil dan meningkatkan pengetahuan bidan yang dilakukan di enam puskesmas, yaitu Puskesmas Tanah Habang, Awayan, Uren, Halong, Tebing Tinggi dan Juai.

Sedangkan pencapaian RPJM di bidang pendidikan juga menunjukkan kualifikasi pencapaian kinerja sangat tinggi tingkat, dimana keberhasilannya pada tahun 2019 yakni 91,22 persen.

Angka rata-rata lama sekolah tahun 2019 berada pada angka 91,22 persen . Realisasi 7,27 persen terwujud dari target tahun 2019 yakni 7,97 persen. Keberhasilan capaian tahun 2019 sebesar 91,22 persen.

Untuk angka rata-rata lama sekolah tahun 2019 berada pada angka realisasi 7,27 persen. Realisasi 7,27 persen terwujud dari target tahun 2019 yakni 7,97 persen. Keberhasilan capaian tahun 2019 sebesar 91,22 persen.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya atau program Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pendidikan setempat yakni, pertama menerapkan dan mengimplementasikan kebijakan daerah akan pentingnya pendidikan pada semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama dan mensupport layanan pendidikan menengah atas meskipun menjadi ranah kewenangan Pemerintah Provinsi.

Kedua, melalui kebijakan pemerataan akses pada seluruh level atau jenjang pendidikan itu, salah satunya diwujudkan dengan pendirian PAUD baru di beberapa desa sehingga menambah totalitas PAUD di Balangan dan hal ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah pusat mengenai “Satu Desa Satu PAUD”.

Ketiga, kebijakan pemerataan akses juga dilakukan pada infrastruktur sekolah menengah pertama di daerah terpencil di Balangan, hal ini sudah dilakukan secara intensif dan berkelanjutan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan.

Keempat, kebijakan pemberian beasiswa bagi semua level atau jenjang pendidikan bahkan sampai pada level pendidikan tinggi dan hal ini merupakan bentuk motivasi bagi penduduk Balangan agar selalu optimis dan semangat menyelesaikan pendidikan yang ditempuh.

Selain itu, target angka harapan lama sekolah tahun 2019 adalah 13,12 persen, sedangkan realisasi terwujud pada angka 12,37 persen. Hal ini disebabkan karena kebijakan pengalokasian dana pendidikan yang lumayan besar dalam urusan pendidikan yang ditangani Pemerintah Kabupaten Balangan dan kepedulian pengembangan kompetensi tenaga pendidikan, sehingga dengan kepeduliannya ini maka angka harapan lama sekolah cukup tinggi.

“Peningkatan infrastruktur pendidikan serta kebijakan wajib belajar bagi masyarakat Balangan juga turut menjadi faktor keberhasilan pencapaian indikator ini. Pada tahun 2019 sudah mulai digagas kerjasama LKj dengan native speaker asing baik lembaga maupun perorangan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris guru dan siswa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan,” pungkasnya(advetorial)

Reporter: FM Hidayatullah
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.