Semarak Hari Pantomim di UIN Antasari

246

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sanggar At-ta’dib Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari memperingati hari pantomim sedunia, Kamis (22/3/2018).

Kampus UIN Antasari Banjarmasin tiba-tiba saja heboh. Sejumlah komunitas melakukan konvoi mengelilingi area kampus dengan tatarias beraneka rupa khas pantomim.

Rupanya tepat 22 Maret ini, seorang maestro pantomim bernama Marcel Marceu dilahirkan pada 1923 silam. Itulah yang mendasari Sanggar At-ta’dib untuk merayakan hari peringatan salah satu kesenian yang mulai berkembang di Kalsel ini.

Pantomim memang salah satu kesenian asing yang tergolong baru berkembang di Kalsel. Menurut salah satu pegiat kesenian pantomim Muhammad Irsyad, Sanggar At-ta’dib lah yang memelopori pantomim untuk dipelajari. Mereka membuat satu badan kepengurusan dalam bentuk divisi seni pantomim untuk dapat konsen mendalami seni olah tubuh tersebut.

“Sanggar At-ta’dib berdiri pada 1984 dan mulai mempelajari pantomim sejak 1999,” ucapnya.

Baca Juga :   Melestarikan Seni Tradisional Banua Lewat Festival Japin Carita

Dalam perayaan ini, Sanggar At-ta’dib membuat sebuah kegiatan akbar, yakni Festival Pantomim (Fespa) yang rencananya berlangsung dua hari sampai besok. Acara intinya ialah lomba.

Ketua pelaksana Fespa Dewi Sakti Hadayani menjelaskan, lomba pantomim dibagi menjadi dua kategori, yakni anak-anak dan dewasa. Pelajar tingkat SD dan SMP masuk kategori anak-anak, sedangkan SMA tergabung satu kategori dengan mahasiswa dan umum.

Selain itu, semarak hari pantomim oleh Sanggar At-ta’dib semakin meriah dengan penampilan apresiasi oleh sejumlah komunitas baik di dalam kampus UIN Antasari maupun luar. “Kami ingin pantomim lebih memasyarakat,” ujar Dewi.

Mahasiswa angkatan 2015 jurusan Pendidkan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah UIN Antasari ini mengatakan, pantomim merupakan salah satu kesenian yang bisa menjadi media ekspresi bagi orang yang memiliki keterbatasan. “Seperti orang tunawicara, dalam pantomim menyampaikan perasaan tidak harus dengan lisan,” katanya.

Baca Juga :   Menjadi Aktor Harus Iklas

M ALI NAFIAH NOOR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here