Menu

Mode Gelap

Banjarmasin · 21 Jun 2019 14:54 WIB ·

Serapan Anggaran Rendah, Dampak Positif Tunjangan Kinerja Pertanyakan


 Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina Perbesar

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina

KabarKalimantan, Banjarmasin – Serapan anggaran Pemkot Banjarmasin dinyatakan masih rendah.

Dari data Badan Keuangan (Bakeuda) Banjarmasin menyebutkan bahwa, hingga periode Mei serapan anggaran belanja baru terserap Rp 454 miliar, atau 23,31 persen dari pagu Rp 1,9 triliun.

Serapan anggaran yang terjadi saat ini tentu saja jauh dari harapan. Pasalnya jika dihitung dari deviasi mestinya serapan sudah bisa mencapai 40-50 persen.

Nah, banyak yang menyebut hal ini ditengarai masih banyak program pembangunan fisik yang belum berjalan. Salah satunya tersendat karena proses lelang.

Data dari LPSE Banjarmasin menyebut dari 132 paket lelang baru 24 yang dinyatakan selesai. Sedang 64 masih dalam proses, kemudian beberapa lagi dilelang ulang karena sempat gagal.

“Iya memang  ada yg dilakukan tender ulang karena mengalami gagal lelang dan secepatnya segera kita proses lelang kembali,”  ucap Kepala LPSE Banjarmasin, Joko Pitoyo.

Bagi Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina kondisi semacam ini tentunya tak diharapkan. Karena bercermin dari tahun sebelumnya rendahnya penyerapan anggaran juga pernah terjadi.

“Tentu ini menjadi perhatian serius. Kemarin juga sudah ada rapat evaluasi. Kami berikan kesempatan dulu kepada SKPD, terutama teknis yang punya kegiatan serapan anggaran berdasarkan lelang,” ucap Ibnu.

Upaya untuk meminimalisir rendahnya serapan anggaran ini sebetulnya juga sudah dilakukan pemkot seperti halnya rapat evaluasi

“Makanya kan juga sudah belajar dari tahun kemarin. Saya sudah minta 3 prioritas, rumah sakit, trotoar dan jembatan bisakah dilelang di awal tahun. Tapi ternyata ada lagi perbaikan sehingga baru bisa di bulan ke 3-4,” papar Ibnu.

Selain itu upaya lain juga sudah dilakukan. Seperti penerapan tunjangan kinerja (tukin) untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Awal tahun lalu Pemkot Banjarmasin mulai menerapkan sistem ini. Tepatnya pelaksanaanya dilakukan 2 Januari lalu.

Setiap aktivitas pegawai diberikan skor. Skor ini diakumulasikan perbulan untuk dijadikan patokan tinggi rendahnya pembayaran tunjangan.

Bagi pegawai yang rajin tentu tunjangan yang didapat juga bakal lebih tinggi. Bahkan bisa 2 kali lipat dari tunjangan awal. Dan sebaliknya, bagi pegawai malas bakal mendapat tunjangan rendah.

Pemkot sengaja menerapkan tukin dengan harapan bisa mendorong kinerja pegawai agar bisa semakin baik.

Akan tetapi, apa yang diupayakan itu rupanya tak sesuai ekspektasi pemkot. Ibnu pun mengaku, sempat mempertanyakan dampak positif dari tunjangan kinerja untuk penyerapan anggaran.

“Karena tunjangan kinerja itu sebenarnya untuk memacu kinerja sebetulnya,” jelasnya.

Diketahui alokasi anggaran belanja untuk pembayaran tukin hingga Mei terserap Rp 77,7 miliar atau 37,17 dari pagu Rp 209 miliar, dengan rincian: Januari 6,8 miliar atau 3,26 persen, Februari 14,5 miliar atau 6.92 persen, Maret 15,1 miliar atau 7,23 persen, April 15,2 miliar atau 12 persen, dan Mei 26,1 miliar atau 12,45 persen.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Pemkot Banjarmasin Mengaji ke Kota Tangerang

Editor: Suhaimi Hidayat

Baca Juga :   Dewan Minta Pemkot Pasang Rambu di Jalan Veteran

Penanggungjawab: M Ridha

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Sosok Pria Ditemukan Tergeletak Meninggal Dunia di Pinggir Jalan

5 Desember 2021 - 08:59 WIB

Wabup Kotabaru Ucapkan Selamat atas Dilantiknya Direktur Utama Bank Kalsel Periode 2021-2026

4 Desember 2021 - 20:12 WIB

Warga Skip Lama Geger, Wanita Berusia 61 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia dengan Mulut Mengeluarkan Busa

4 Desember 2021 - 16:28 WIB

Untuk Kesejahteraan Rakyat, Paman Birin Minta Anggaran Diserap Maksimal

3 Desember 2021 - 21:07 WIB

Penyaluran DAK Fisik Se-Kalsel, Batola Raih Peringkat 1

3 Desember 2021 - 17:52 WIB

Noormiliyani Ikuti Seminar Nasional KPK Pada Peringatan HARKODIA

2 Desember 2021 - 21:28 WIB

Trending di Banjarmasin