Sineas Banua Kedatangan Tamu Istimewa

319

KabarKalimantan, Banjarmasin– Puluhan sineas Banua mengikuti class with lumix di Kantin Kebun Banjarmasin, Sabtu (9/9/2017). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Short Kalimantan Tourisme Video Competition (SKTVC) 2017 yang diawaki oleh Forum Sineas Banua (FSB).

Sejak pagi, peserta dari berbagai daerah di Kalsel sudah memenuhi tempat duduk di lokasi acara. Dua orang tokoh videografi nasional menjadi tamu istimewa bagi para penggerak dunia perfilman kalsel. Mereka adalah Benny Kadarhariarto dan Barry Kusuma yang datang ke Banjarmasin untuk berbagi pengalaman.

Peserta antusias mengikuti materi yang disampaikan kedua narasumber. Para sineas Banua yang didominasi generasi muda banyak melemparkan pertanyaan. Tanya jawab pun berlangsung hangat dan dinamis.

Benny Kadarhariarto, lebih akrab disapa Om Benny, membagi pengalaman soal sinematografi. Ia mengenalkan beberapa perkembangan teknologi seputar dunia lensa. Pria asal Bandung ini sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia sinematografi.

Baca Juga :   Ustadz Abdul Somad Bakal Tausyiah di Waterboom Pesona Modern

Mendapat giliran berbicara setelah Om Benny, Berry Kusuma, menyampaikan pengalaman di dunia foto, video, dan travel. Berry juga berbagi kiat tentang ide kreatif dalam mengemas dokumentasi perjalanan.

Adapun Founder FSB, Ade Hidayat, mengatakan kegiatan SKTVC 2017 sebagai upaya FSB mendorong perkembangan seni perfilman di Kalsel. SKTVC 2017 merupakan kompetisi video pendek yang mengangkat dunia pariwisata di Kalsel.

“Pelaksanaan lombanya sudah beberapa bulan yang lalu. Saat ini kita sudah masuk dalam penjurian untuk menentukan pemenang,” ucap Ade.

Ia mengatakan, pengumuman pemenang pada Sabtu malam di Taman Budaya Kalsel, 9 Septembr 2017. Tim penilai mencari karya terbaik dari 61 video peserta yang masuk ke panitia. Tim juri terdiri atas Ade Hidayat, Benny Kadarharianto, dan pengamat seni Kalsel, He Benjamin.

Di malam pengumuman itu, FSB mengemas acara dengan gaya meriah dan elegan. Panitia menamai acara ini dengan Jamang Awarding Night. “Jamang Awarding Night itu adalah bentuk penghargaan kita terhadap karya para sineas banua,” kata Ade.

Baca Juga :   Cerita Amang Ojek Ketipu Orderan Fiktif di Banjarmasin

M. A NAFIAH NOOR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here