Jum. Jul 10th, 2020

Sirajul Huda Wafat

2 min read

KabarKalimantan, Banjarbaru – Seniman sekaligus budayawan Kalimantan Selatan Sirajul Huda wafat pada Selasa (11/9), pukul 05.30 WITA. Sirajul Huda yang pernah menjabat Kepala Museum Lambung Mangkurat sejak 2005 hingga pensiun pada 2008 ini berpulang di usia 66 tahun.

Jenazahnya dishalatkan di Langgar Baiturrahman dan dimakamkan di pemakaman muslimin Guntung Lua usai Salat Zuhur. Suasana duka menyelimuti rumah di Jalan Barjad Komplek Satria Jaya Blok F No 19 Loktabat Utara, Banjarbaru.

“Saudara kita, sahabat kita, Maestro mamanda di Kalsel. Mari kita doakan semoga almarhum mendapat rahmat Allah SWT, dan husnul khatimah, al fatihah. Banyak karya beliau, sangat kami kagumi khususnya bidang tari, beliau salah satu pembina di Sanggar Idaman Banjarbaru, jadi kami sangat kehilangan,” ungkap sahabat, Yannie Makkie.

Kadishub Banjarbaru ini mengatakan sosok almarhum sangat kebapaan, rendah hati, juga menjadi rujukan para penggiat seni untuk berkomunikasi soal dunia berkesenian di banua khususnya di Kota Banjarbaru.

Baca Juga :   50 Lebih Kelompok Tari Dipastikan Meriahkan HTD Kalsel 2019

Dimakamkan ba’da dzuhur di alkah Guntung Lua, banyak seniman Kalsel yang mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya, di antaranya mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin.

Sirajul Huda merupakan seniman (penari dan penata tari) dan juga budayawan di Tanah Banjar. Lahir  pada tanggal 5 Januari 1952. Almarhum menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Sosial dan Politik Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 1988. Sejak SMP, ia ikut berkesenian, terutama melalui seni tari.

Menggeluti seni teater Mamanda sejak tahun 1977 dengan bimbingan Drs Sapri Kadir dan Drs Bakhtiar Sandherta, dan termasuk sesepuh di grup Teater Banjarmasin yang menyosialisasikan Mamanda di kota Banjarmasin.

Pernah bekerja di bidang kebudayaan Kanwil Depdikbud hingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Kalimantan Selatan, dan sempat menjabat Kepala Taman Budaya dan Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, hingga pensiunnya di tahun 2008.

Baca Juga :   Tampil Atraktif, Warriors of Panting Ajak Lestarikan Kesenian Tradisional

Sirajul Huda telah menulis sebanyak tiga buku yakni, Tari Japin Rantauan, Gerak Dasar Tari Tradisional Kuda Gipang Kalimantan Selatan, dan Permainan Tradisional Rakyat Kalimantan Selatan.

Ananda Perdana Anwar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.