Jum. Jan 22nd, 2021

Sistem Pengolahan Air PDAM Diklaim Tidak Membahayakan

2 min read

BANJARMASIN, KK – Terobosan yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih terus ditingkatkan. Sistem pengolahan air tanpa kaporit atau menggunakan gas klor (gas klorin) juga terus diperbaiki.

Selain sebagai upaya untuk memberikan pelayanan prima, PDAM juga berupaya melakukan penurunan angka tingkat kebocoran air yang selama ini masih tinggi dengan menggunakan teknologi District Metering Area (DMA). DMA merupakan sistem monitoring pemakaian air yang dibagi per wilayah. DMA yang telah digunakan PDAM sejak 2016, dilengkapi dengan Pressure Reducing Valve (PRV) yang berfungsi untuk mengatur keluar masuk arus air yang akan didistribusikan ke setiap sambungan. DMA ini sudah dipasang di 55 titik. Karena penggunaannya sangat mempermudah pelayanan, maka pada 2017 PDAM akan menambah lagi teknologi tersebut, untuk dipasang di 70 titik wilayah. 70 titik itu di antaranya tersebar di Banjarmasin Timur hingga Banjarmasin Barat, Selatan dan Tengah, di antaranya Jalan Sutoyo, jalan Ahmad Yani hingga Veteran. Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Muslih mengungkapkan, bahwa teknologi DMA merupakan teknologi yang sudah tiga tahun digunakan. Fungsi utama DMA ini untuk mengontrol distribusi dan pemakaian air ke rumah-rumah pelanggan dan mengontrol kebocoran air. “Jadi dapat monitor distribusi air yang didistribusikan, baik itu jumlah kubikasinya hingga tekanannya ke setiap pelanggan,”ujarnya, Rabu (4/2/2017). Muslih yang didampingi oleh Sekretaris PDAM, Endang Waryono mengungkapkan bahwa, satu titik DMA dapat mengontrol sekitar 2000 pelanggannya. “Dengan sistem ini tentunya dapat dipantau pemakaian dan kebocoran, bahkan yang lebih canggih lagi sistem ini sudah dapat diketahui per jam atau setiap kali pemakaian yang dikirim lewat GPS,”ucapnya Pemasagan DMA ini akan dilakukan bertahap, mengingat anggaran yang diperlukan cukup besar yakni sekitar Rp120 miliar. “Dengan nilai sebesar itu, diperkirakan atau ditargetkan tiga tahun terpasang semua hingga 130 titik, mudah-mudahan pula bisa lebih cepat,”jelasnya. Menurut Endang Waryono, selain penggunaan DMA, PDAM juga memperbaiki sistem pengolahan air. Sistem dengan alat baru ini, cukup menggunakan garam non yodium untuk membunuh kuman pada air hingga tak berbau. “Jadi kami tidak was-was lagi mendistribusikan, bahkan sistem pengolahan dengan garam non yodium ini tidak membahayakan warga. Kalau dengan cara lain, misalnya kaporit atau gas klor malah berbahaya, karena bisa mematikan orang yang di sekitarnya,” ungkapnya. bur/ara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.