SMAN 1 Mandastana Gelar Sosialisasi Literasi Media

490

KabarKalimantan, Marabahan – SMAN 1 Mandastana, Kabupaten Barito Kuala menggelar sosialisasi literasi media, Kamis (5/10/2017). Kebetulan, SMAN 1 Mandastana berstatus sekolah rujukan yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Barito Kuala.

SMAN 1 Mandastana menghadirkan pemateri dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan untuk mengisi kegiatan literasi media.

Sedikitnya ada tujuh sekolah menengah atas (SMA) di Batola yang mengirim guru-guru perwakilannya untuk menghadiri kegiatan tersebut. Para guru ikut membaur bersama beberapa perwakilan pelajar SMAN 1 Mandastana. Mereka sama-sama mencermati materi tentang literasi media.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mandastana, Khair, mengatakan SMA rujukan merupakan program optimalisasi kualitas dan profesionalitas guru. SMAN 1 Mandastana sudah dua tahun berturut-turut menyandang predikat sebagai SMA rujukan. “Ada tujuh SMA yang merujuk ke sekolah ini,” kata Khair saat literasi media.

Khair berharap kegiatan literasi media dapat mendorong keterampilan menulis para guru dan siswa. Selain itu, ia meminta peserta bisa selektif memilih media layak baca di tengah banjir informasi dunia maya. Sebab, hal ini berkaitan dengan tujuan pemerintah mewujudkan pendidikan karakter.

“Media massa juga merupakan salah satu sumber literasi bagi siswa untuk menambah pengetahuan umum. Maka dari itu perlu adanya pengetahuan tentang bagaimana menyaring informasi yang diperoleh dari media massa,” ucap Khair.

Wakil Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, Muhammad Ridha, mengatakan ada beberapa pengetahuan untuk menyaring berita yang tersebar dengan mudah. “Era digital membuat orang semakin mudah mendapat informasi,” ucap pria yang merangkap sebagai Redaktur Pelaksana Kabar Kalimantan itu.

Dalam menyampaikan materi, Ridha menjelaskan proses pengolahan berita yang dilakukan oleh perusahan media. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat memilah informasi yang bisa dipercaya atau sekedar hoax.
M. ALI NAFIAH NOOR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here