Jum. Feb 28th, 2020

Somasi Tak Ditanggapi, PT Balangan Coal Dilaporkan ke Pengadilan

2 min read

KabarKalimantan, Paringin – Masalah sengketa lahan antara warga dengan PT Balangan Coal seakan tak ada hentinya. Berbagai tuntutan warga pun menjadi PR yang belum terselesaikan oleh perusahaan yang berinduk pada PT Adaro Indonesia ini.

Mulai dari pemalsuan dokumen jual beli lahan, hingga penyerobotan lahan  menjadi rentetan panjang permasalahan yang tak kunjung selesai.

Bahkan, PT Balangan Coal sempat mendapat somasi dari warga Kecamatan Awayan Irmayani dan Sri Rahayu. Melalui kuasa hukum tim Advokat Buce Abraham Beruat, mereka melayangkan somasi kepada PT Balangan Coal pada 13 Januari 2020.

Melalui kuasa hukumnya itu, mereka menutut penyelesaian dan kejelasan terkait lahan yang digarap tanpa seizin mereka dan adanya transaksi jual beli. “Klien kami merasa keberatan karena lahan seluas 1,8493 Ha digarap tanpa sepengetahuan pemiliknya,” ujar Buce Abraham Beruat.

Tertanggal 14 Januari, somasi tersebut sudah diterima oleh pihak perusahaan. Didalam somasi tersebut pihaknya memberi tenggat waktu selama satu minggu untuk penyelesaian, namun hingga kini tak ada jawaban. “Sesuai komitmen kami, setelah tenggat waktu satu minggu tak ada jawaban, kami akan melangkah pada jalur hukum,” tegasnya.

Buce merasa kecewa atas slow respon pihak perusahaan. Pihaknya hanya memperjuangkan hak yang memang semestinya dimiliki oleh kliennya.

Buce menjelaskan, awalnya almarhum Husni yang merupakan orang tua dari Irmayani dan Sri Rahayu memiliki sebidang tanah seluas 2,8493 Ha. Kemudian dijual kepada Abdul Raji seluas 1 Ha dengan harga Rp35 juta.

Setelah beberapa waktu, lanjutnya lagi, kliennya kaget karena sisa lahan seluas 1,8493 Ha tersebut sudah rata dengan tanah, padahal di atasnya masih tumbuh subur pohon karet milik orang tuanya yang tidak pernah dipinjamkan ataupun dijual kepada siapapun.

“Klien kami meminta keadilan kepada pengadilan, supaya persalahan lahan ini ada penyelesaian baik-baik. Kami akan maju terus mengawal klien kami, dan menuntut atas perbuatan melanggar hukum yang dilakukan PT Balangan Coal ini,” tegasnya.

Di lain pihak, Humas Pengadilan Negeri Paringin Kabupaten Balangan Raisha membenarkan, tim Advokat Buce Abraham Beruat yang berdomisili di Banjarmasin telah mendaftarkan kasus perdata kepada PN Paringin melalui sistem online E-court PN Paringin pada 5 Februari 2020.
“Pendaftaran sudah kami terima. Selanjutnya, kami akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam masalah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Humas PT Balangan Coal Bahar S mengatakan, pihaknya menyambut baik atas langkah hukum yang dilakukan oleh Irmayani dan Sri Rahayu. Pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Kami akan mengikuti langkah hukum yang dilakukan penggugat, dan kami siap datang ke pengadilan dengan membawa bukti yang kami miliki,” pungkasnya.

Reporter: FM Hidayatullah

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.