Sosialisasi KUR Harus Pro Aktif

1197

BANJARMASIN, KK – Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Abdul Haris, Kepala Biro Pengembangan Produksi Daerah, M Syah Jehan hadir pada pembukaan sosialisasi permodalan dan pembiayaan koperasi dan usaha kecil untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2017 di Hotel Tree Park Banjarmasin, Rabu (3/5/2017).

Banyaknya masyarakat di wilayah pinggiran yang tidak memahami, dan mungkin tidak mengetahui tentang program KUR, membuat cukup banyak pedagang kecil yang bergantung pada koperasi simpan pinjam.

Ironisnya ada yang meminjam di koperasi yang tidak jelas legalitasnya, dan tentunya dengan bunga sangat tinggi. Tak sedikit juga yang bahkan sampai meminjam ke rentenir.

Kehadiran Program KUR, kiranya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh koperasi UMKM, dan usaha kecil lainnya. ‘’Keterbatasan permodalan yang dulu menjadi kendala bagi pengusaha kecil, tentunya bisa teratasi dengan keberadaan program kredit usaha rakyat saat ini,“ ucap Syah membacakan sambutan tertulis Sekdaprov.

Program KUR dinilai merupakan program Pro rakyat kecil dan efektif untuk memberdayakan masyarakat. Sejak digulirkan pada 2007 hingga saat ini, program KUR tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Data kinerja penyaluran KUR per 31 Januari 2017 menempatkan Provinsi Kalsel pada urutan ke-9, sebagai provinsi penyalur KUR tertinggi di Indonesia dengan penyaluran sebesar Rp70,2 miliar. Bahkan hingga 28 April, penyaluran KUR hampir mencapai Rp177 miliar untuk daerah Kalsel.

Sosialisasi mestinya menyasar hingga wilayah – wilayah pedesaan, serta pihak yang terlibat dalam penyaluran KUR. Ini agar dapat lebih pro aktif untuk turun ke masyarakat atau pedagang yang berpotensi untuk dibina dan dikembangkan usahanya.

“Oleh karena itu sosialisasi tentang program KUR ini masih sangat perlu diintensifkan dan mudah-mudahan bisa dipahami serta dimanfaatkan secara maksimal,” tutupnya. ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here