STKIP PGRI Banjarmasin akan Hadirkan Kisah Pangeran Samudera

1413

KabarKalimantan, Banjarmasin – Mengulang sukses di tahun-tahun sebelumnya, Program Studi Pendidikan Seni Tari STIKP PGRI Banjarmasin kembali menggelar pergelaran akbar.

Pada 2016 lalu, perhatian penikmat seni Banua tertambat di gelaran sendratari kolosal berjudul “Ramayana Full Story”. Kisah Rama dan Sinta yang digarap mahasiswa seni tari STKIP PGRI Banjarmasin itu sukses menghadirkan sebanyak 4.000 penonton dalam dua sesi pertunjukkan.

Sukses itu kembali terulang dalam gelaran “Manjalung Ratu Zaleha” pada 2017. Pertunjukkan itu mengusung tema tentang semangat perempuan Kalimantan Selatan dengan latar sejarah.

Kisah berlatar sejarah rupanya masih menjadi perhatian akademisi seni STKIP PGRI Banjarmasin. Kali ini mereka menawarkan kisah seputar berdirinya Kota Banjarmasin. Judul yang mereka usung ialah “Caronong Samudera.”

Divisi Publikasi dalam garapan Caronong Samudera, Aida Ariani menjelaskan, pertunjukkan itu akan digelar pada 2 Februari 2019 mendatang di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Baca Juga :   Pasar Terapung, Warisan Budaya Kekayaan Indonesia yang Harus Dilestarikan

“Mengangkat kisah Pangeran Samudra yang memiliki kilau kejayaan pada masanya,” ujarnya.

STKIP PGRI Banjarmasin menawarkan konsep yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Jika di tahun-tahun sebelumnya mereka konsisten dengan konsep Sendratari, kali ini mereka mencoba menyuguhkan konsep opera.

“Kegiatan ini sekaligus ujian matakuliah Manajemen Seni Pertunjukan oleh semester 5 dan Produksi Tari oleh semester 7,” katanya.

M Ali Nafiah Noor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here