Sudahkah Kalsel Bersiap Hadapi Bonus Demografi?

874

PERINGATAN bagi pemerintah daerah kita di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan. Sekitar tiga tahun lagi tepatnya di 2020 akan terjadi bonus demografi. Penduduk dengan usia angkatan kerja (15-16 tahun) akan mencapai 70 persen. Sudah siapkah kita menghadapinya?

Jauh-jauh hari hal ini sudah menjadi perhatian dunia. Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan bakal mengalami fenomena membeludaknya penduduk usia produktif. Hanya 30 persen–menurut perkiraan–penduduk non produktif yang berusia di atas 65 tahun maupun di bawah 14 tahun.

Melihat gejala ini tentu ada kemungkinan positif dan negatif. Dari sisi positif, Kalimantan Selatan akan dipenuhi para anak muda usia produktif. Sehingga sumber daya manusia (SDM) kita melimpah. Dengan melimpahnya SDM, percepatan pembangunan akan semakin mantap. 

Namun yang menjadi pertanyaan, jika jumlah penduduk usia produktif mencapai 70 persen, apakah lapangan pekerjaan juga akan tersedia sebanyak itu? Ini cukup memprihatinkan, mengingat dua tahun belakangan gejala ini sudah terasa.

Tingkat pengangguran meningkat, dan tentu saja, jika tak tertangani dan diantisipasi, maka bukan bonus demografi yang didapat. Tetapi bonus “pengangguran” lah yang mendominasi.

Padahal harapannya, dengan bonus demografi ini berupa membeludaknya jumlah penduduk usia kerja akan mendorong pembangunan dan menggenjot pertumbuhan ekonomi. 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sejak dini oleh pemerintah daerah kita di Kalsel sebagai antisipasi dan persiapan datangnya bonus demografi ini.

Pertama, membuat grand design arah pembinaan pemuda, khususnya pembinaan dan dukungan untuk perkembangan wirausahawan muda. Sejak sekarang, pembinaan harus mulai dilakukan.

Hibah dan pinjaman lunak serta bantuan teknis harus lebih gencar dilakukan. Sudah saatnya, para anak muda mulai memikirkan agar bisa mandiri. Bahkan berusaha membuka lapangan pekerjaan.

Kemudian, pembekalan keterampilan kepada generasi muda juga harus gencar dilakukan. Dengan keterampilan, akan menjadi bekal dalam menghadapi persaingan usaha yang kian ketat.

Setidaknya harus ada persiapan dalam menghadapi hal ini. Sehingga daerah kita tak kaget, dan terlambat bersikap.

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here