Sukseskan HPS, Lahan Pertanian Jejangkit Digarap Siang dan Malam

940
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menggunakan mesin pemotong rumput sawah, meski harus berkubang dengan lumpur.

KabarKalimantan, Marabahan – Kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Kalimantan Selatan sebagai tempat Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXVIII Tahun 2018, ditindaklanjuti pemerintah daerah setempat dengan kerja bersama untuk menyukseskannya.

Masyarakat bersama anggota TNI terus mengerjakan lahan Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Batola yang dijadikan sebagai tempat  Peringatan HPS XXXVIII Tahun 2018 tersebut.

Wakil Ketua 2 Peringatan  HPS ke XXXVIII Tingkat Provinsi Kalsel Faturahman mengatakan, pihaknya optimistis bisa mewujudkan harapan pemerintah. Hal itu dibuktikannya dengan hingga saat ini, terus dilakukan pekerjaan di lapangan untuk menambah luasan areal  lahan baru.

Ia menjelaskan, pada gelaran HPS Oktober nanti, luas lahan yang akan dijadikan areal tempat gelar teknologi pertanian seluas 750 hektare.

“Saat ini lahan tersebut sudah berhasil digarap 140 hektare lebih. Sedangkan lahan yang sudah ditanami petani sekitar 610 hektare.  Bersama aparat TNI, masyarakat dan stakeholder terkait, kami targetkan angka luas lahan 4,000 hektare juga akan terelisasi,” terangnya.

Baca Juga :   Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Kalsel Bentuk Dewan Pendidikan

Faturahman yang juga menjabat Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel menuturkan, untuk mewujudkan itu masyarakat dan TNI dan stakeholder terkait terus bergotong-royong. “Saat ini usaha membuka lahan pertanian baru itu dilakukan siang dan malam hari, termasuk peningkatan frekuensi evaluasi dan monitoring,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Penyediaan Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Togi Robert Hutabarat mengatakan, melihat progress dan dukungan pemerintah daerah bersama stakeholder termasuk anggota TNI, pihaknya optimistis HPS akan berlangsung sukses.

Togi menuturkan, sangat jarang ada pemimpin seperti sosok Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin mau memantau langsung dan turun ke lapangan serta ikut bercebur ke lumpur untuk menanam atau membuka lahan pertanian secara rutin.

“Beliau langsung turun menggunakan mesin pemotong rumput sawah, meski harus  berkubang dengan lumpur. Biasanya kebanyakan hanya  datang untuk  meninjau, atau ikut panen. Tetapi tidak merasakan suasana kerasnya di medan lokasi  saat membuka lahan, seperti kedalaman air sawah atau suasana kendala lain,” pungkasnya.

Baca Juga :   Paman Birin Lanjutkan Safari Ramadhan Sekaligus Hadiri Puncak Perayaan Harjad Kotabaru ke-68

Syahri Ramadhan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here