Sungai Satui Tercemar Limbah Perusahaan? LSM Peta Kalsel Lakukan Inspeksi

343

KabarKalimantan, Batulicin – Kondisi air sungai di Kecamatan Satui mengalami pencemaran yang diduga berdasarkan dari limbah sejumlah perusahaan. Parahnya, kondisi tersebut menjadikan krisis air bersih untuk warga lantaran pasokan air baku PDAM di Satui tak terpenuhi.

Menyikapi hal tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peta Kalsel bersama LDM Gempita Tanah Bumbu melakukan inspeksi kondisi air sungai Satui akhir pekan lalu.

Dengan menggunakan perahu motor, para aktivis lingkungan itu melakukan penelusuran untuk mencek kondisi alur Sungai Satui mencari fakta adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah dari beberapa perusahaan yang beroperasi di bagian hulu sungai Satui.

Ketua Umum LSM Peta Agus Rismalian Noor menyebutkan, sementara ini dugaan pencemaran limbah akibat aktivitas beberapa perusahaan di bagian hulu tersebut telah menyebabkan kondisi air sungai Satui berubah warna menjadi cokelat pekat dalam beberapa hari belakangan.

Baca Juga :   Sinergitas Wujudkan Demokrasi Aman, Damai, dan Sejuk

Bahkan, hingga menyebabkan PDAM Satui sempat macet dalam pendistribusian air bersih ke pelanggan yang ada di wilayah Kecamatan Satui.

“Memang ada beberapa temuan lapangan dari hasil inspeksi yang teman-teman lakukan, salah satunya indikasi berubahnya warna air sungai Satui  karena adanya beberapa perusahaan nakal yang membuang limbah ke Sungai Satui. Beberapa di antaranya tambang dan sawit. Ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah yang terkesan membiarkan kondisi yang justru merugikan hak masyarakat untuk mendapatkan air bersih.

“ini menyangkut hajat orang banyak, tapi kenapa pemerintah daerah terkesan membiarkan saja. Dimana fungsi dari Dinas Lingkungan Hidup dalam melakukan pengawasan terhadap aktifitas pengelolaan limbah bagi perusahaan yang beraktivitas di daerah kita,” sesalnya.

Ia menegaskan hasil dari inspeksi akan disampaikan langsung kepada Plt Bupati Tanah Bumbu dan DPRD Kabupaten Tanah Bumbu melalui surat untuk menjadi perhatian dan kajian agar  kejadian krisis air bersih itu segera teratasi.

Baca Juga :   Penetapan Batas Kotabaru-Banjar Tuntas

“Ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya ingatkan juga kepada yang peduli agar sama-sama menyampaikan dan mencari solusi. Karena ini menyangkut hajat orang banyak,” pungkasnya.

Ananda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here