Kam. Okt 22nd, 2020

Susahnya Kalau Kehabisan Bensin di Jalan A Yani

2 min read

BANJARMASIN, KK – Nurdin terpaksa mendorong motornya untuk mencari bensin eceran di sepanjang jalan Ahmad Yani, Kota Banjarmasin. Pasalnya sejak 25 Januari 2017, semua Pedagang Kaki Lima (PKL) dilarang berjualan di sepanjang jalan tersebut.

“Biasanya saya isi bensin eceran di sekitar sini. Saya tidak tahu kalau PKL sudah tidak diperbolehkan lagi berjualan,” ucapnya saat diwawancarai wartawan Kabar Kalimanatan, Rabu (25/1/2017).

Ia sedikit kecewa dengan kejadian tersebut, lantaran Nurdin terpaksa menyisir jalan A Yani, sambil mendorong motor yang membawa barang berat di belakang motornya.

“Saya kerja di Duta Mall mau antar barang ini ke kilometer tujuh,” imbuhnya.

Sebelumnya, sejak pukul 15.30 Wita jalan A Yani sudah disisir petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, untuk memastikan lokasi di sepanjang jalan tersebut tidak ada lagi PKL yang berjualan, baik pedagang kuliner maupun pedagang kios rokok.

Dari pantauan di lapangan, ada beberapa pemilik mobil yang sempat diberikan peringatan oleh Dishub, untuk memindahkan mobil mereka sebab memarkir di atas bahu jalan. Berbeda dengan Satpol PP, mereka menertibkan pedagang kios rokok maupun bensin eceran ke bagian yang jauh dari bahu jalan.

Di kesempatan berbeda, tempat kuliner Baiman pun, Rabu (25/1/2017) sore resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Dengan didampingi Wakil Wali Kota Hermansyah, Sekertaris Daerah (Sekda) dan para undangan, baik dari jajaran Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), dan Aparatur Sipil Negar (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin.

Kendati sempat terlambat dikarenakan terkendala hujan, akan tetapi acara yang dijadwalkan pukul 16.00 Wita itu bisa berjalan dengan lancar, tanpa ada halangan yang berarti.

Ibnu menyebutkan bahwa proses pemindahan tersebut tidak mudah, perlu kurun waktu bertahun-tahun untuk melaksanakannya, hingga akhirnya relokasi PKL di sepanjang jalan A Yani dari kilometer satu hingga enam bisa terwujud.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama keinginan Pemkot memindahkan para PKL A Yani akhirnya terwujud. Sekarang tugas kita, setelah dibuka bagaimana mana caranya agar tempat ini bisa lelih laris dari berjualan di pinggir jalan,” ucapnya dalam sambutan acara pembukaan kawasan kuliner Baiman.

Selain itu, Ketua Paguyuban PKL A Yani, Rudi yang juga penjual Rawon, berterima kasih kepada Pemkot yang sudah mau memberikan solusi terkait pemindahan lokasi berjualan mereka.

“Saya optimis akan ramai, sebab di lokasi ini (kawasan kuliner Baiman) nantinya akan diisi dengan event hiburan untuk menarik pengunjung,” ucapnya.

Terkait kawan-kawan PKL pedagang rokok, pengecer minyak dan tambal ban, yang tidak terelokasi ke tempat tersebut, ia berharap agar pemerintah juga mau mencarikan solusi untuk mereka, agar kawan-kawannya itu juga bisa berjualan atau membuka usaha dengan tenang. bur/ara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.