Sen. Jul 6th, 2020

Tak Ada Ruang Apresiasi untuk Peserta BSF 2017-Short Video Competition

2 min read

SELURUH jajaran pengurus Forum Sineas Banua (FSB) mengucapkan selamat kepada para nominator dan video terpilih sebagai kategori Ide dan Konsep Terbaik, Sinematografi Terbaik, dan Editing Terbaik pada kompetisi Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2017 – Short Video Competition. 

Dalam berita acara ini FSB juga meminta maaf atas buruknya acara Malam Penganugerahan Jamang Awards dalam rangkaian acara BSF 2017-Short Video Competition pada 19 Maret 2017.

Kekecewaan FSB dan peserta tidak dapat ditutupi atas ketidaksiapan penyelanggara dalam hal ini Dekranasda Kota Banjarmasin dan pihak EO dalam mengatur susunan acara pada rangkaian acara BSF 2017. 

Sebab acara yang harusnya menjadi malam khusus untuk penganugerahan Jamang Awards berubah menjadi ajang karaoke oleh beberapa pejabat pemerintah.

Acara yang dinanti oleh semua peserta, dengan ekspektasi layaknya malam penganugerahan pada sebuah festival, berubah seketika saat acara dibuat ajang pesta bernyanyi untuk para pejabat pemerintah. 

Sebelumnya keterlibatan FSB dalam acara ini disepakati sebagai supporting sekaligus pelaksana dalam item lomba atau kompetisi video. Artinya kedudukan FSB diserahkan sebagai pembuat regulasi meliputi syarat dan ketentuan, publikasi, penunjukan tim kurator, programmer, dewan juri, image branding event, submissions karya, hingga memprogram apresiasi karya dalam bentuk screening di malam penganugerahan. Tentu dengan fungsi ini FSB bertanggungjawab atas segala sesuatunya terkait pelaksanaan lomba video. 

Hingga berita acara ini dipublikasikan pun tidak ada kejelasan peserta akan mendapat besaran uang pembinanaan. Memang pihak EO telah menjelaskan bahwa belum dapat memberikan dana anggaran karena pihak Dekranasda Kota Banjarmasin juga belum menurunkan dana. 

FSB tidak ingin tinggal diam karena sudah mendapat tanggung jawab sebagai pelaksana, lalu berinisiatif untuk memakai uang pribadi untuk melakukan publikasi melalui page FB berbayar, kemudian mengadakan jumpa pers sendiri, mengundang pihak media online, cetak dan elektronik pada tanggal 3 Maret 2017 di Sanggar Lukis Sholihin Taman budaya Kalsel. 

Kemudian mengundang seluruh komunitas atau pegiat video maker di Banjarmasin. Setiap sekolah dan kampus menjadi sasaran untuk bersosialisasi. Semua hal ini FSB lalukan tanpa dana bantuan dari pihak penyelenggara. 

Namun sayang, di malam yang ditunggu-tunggu oleh peserta menjadi malam penganugerahan terburuk yang mereka dapatkan.

Harusnya pihak penyelenggara dalam hal ini Dekranasda Kota Banjarmasin paham dengan situasi di lapangan. Tidak ada konsultasi konkret dari pihak pelaksana, langkah apa yang harus dilakukan agar kiranya pemangku kepentingan dapat berjalan bersama demi suksesnya acara BSF 2017.

Berita acara ini sengaja dimuat sebagai bentuk sikap tegas FSB untuk evaluasi bersama para pemangku kepentingan. Baik Penyelenggara, EO, dan FSB sendiri, karena tentu tidak menutup kemungkinan regulasi yang FSB buat pun memiliki kekurangan.

Mewakili semua panitia dan penyelenggara FSB memohon maaf atas semua peristiwa ini. Melalui tulisan ini pula ijinkan seluruh jajaran pengurus FSB mengganti apresiasi itu dengan program screening dan diskusi NGOFI (ngobrol film) yang akan dilaksanakan pada hari Jumat 24 Maret 2017 di Sanggar Seni Lukis Sholihin. Dengan segala hormat sekali lagi kami memohon maaf atas segala kekurangan acara BSF 2017 – Short Video Competition

Penulis

Ade – Founder FSB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.