Tak Cukup Dalam Negeri, DPRD Kalsel Berencana Kunjungi Luar Negeri

938

KabarKalimantan, Banjarmasin – Periode masa jabatan DPRD Kalsel padahal sudah memasuki masa-masa akhir. Tiba-tiba saja para wakil rakyat merencanakan kunjungan kerja ke luar negeri.

Diungkapkan Ketua DPRD Kalsel H Burhanuddin, rencana itu digaungkan sejak mereka melaksanakan rapat Badan Musyawarah (Banmus) pada Rabu (6/2/2019) kemarin. “DPRD selama ini mungkin sudah sekian periode belum pernah ke luar negeri. Saat ini diagendakan oleh Badan Musyawarah,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Terkait negara mana yang akan dikunjungi wakil rakyat Kalsel itu, H Burhanuddin belum bisa menyebutkan. Itu menurutnya sesuai kebutuhan.

Meski demikian H Burhanuddin mengatakan, negara yang dituju dipastikan lebih dari satu. Setiap komisi di DPRD Kalsel akan mengunjungi negara yang berbeda-beda. Itu juga sesuai dengan yang dibutuhkan setiap komisi.

Demikian pula soal kepastian waktunya. Anggota dewan masih memiliki pandangan yang beragam. Agenda Pemilu 2019 agaknya tak luput dari perhatian mereka.

Baca Juga :   Realisasi Raperda Zona Bebas Tambang Terhambat Permen ESDM

“Ada yang ingin sebelum Pemilu, ada juga rekan-rekan yang maunya ke luar negeri selepas pemilu,” kata H Burhanuddin.

Meski waktu dan tujuan belum dipastukan, rencana kunjungan kerja itu ternyata sudah dianggarkan. Namun Burhanuddin menyatakan, keikutsertaan setiap anggota dewan tidak menjadi kewajiban.

“Ini tidak ditekankan semuanya berangkat. Yang mau berangkat memang anggarannya sudah disiapkan. Yang tidak berkenan karena kesibukan dan lain sebagainya silahkan,” katanya.

Soal payung hukum, Politisi Partai Golkar itu optimis kunjungan kerja ke luar negeri tak akan menyalahi aturan. Hal serupa menurutnya juga sudah dilakukan daerah lain. Kunjungan tersebut dinilai mengandung tujuan yang positif.

“Komisi I DPRD Kalsel sudah mengkonsultasikan terkait aturannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Persidangan Sekretariat DPRD Kalsel M Jaini mengungkapkan besaran rencana anggaran yang akan dileluarkan untuk kunjungan tersebut. Setiap anggota dewan dipatok biaya sebesar Rp 65 Juta. Itu sudah inklud dengan uang saku,transfortasi dan lainnya.

Baca Juga :   Mengenang Sang Bohemian Gt Sholihin Hasan

“65 juta di kali 55 orang anggota dewan, maka anggaran yang di kucurkan sebesar Rp 3,57 milyar,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa keberangkatan anggota dewan ke luar negeri juga disertai pendamping daei masing-masing komisi. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan 11 orang staf. Patokan anggarannya tak sama alias lebih kecil dengan wakil rakyat.

M Ali Nafiah Noor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here