Tak Masuk Akal, Harga Bangku Kayu untuk SMP se-Tanbu Capai Rp 2 Juta Per Unit

2837

KabarKalimantan, Banjarmasin – Proyek pengadaan meubeler meja dan bangku untuk siswa dan guru SMP Negeri se-Tanah Bumbu yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 18.598.065.030 dipertanyakan.

Pasalnya, harga bangku atau pun meja berbahan kayu biasa yang disalurkan ke 53 SMP Negeri di Bumi Bersujud itu sangat fantastis, yakni mencapai Rp 2 juta per unit. Sungguh harga yang tak masuk akal, sekalipun material bangku dan meja tersebut berbahan kayu ulin.

Saat awak media Redkal.com mengecek harga bangku kayu yang biasa digunakan di sekolah-sekolah itu di salah satu toko meubeler di Tanah Bumbu, harga per unitnya hanya seharga Rp 320 ribu. Sungguh perbedaan harga yang sangat jomplang jika dibandingkan dengan harga bangku dan meja yang telah disalurkan ke 53 SMP se-Tanbu itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu Amiluddin mengatakan, pihaknya tak mengetahui secara detail terkait proyek pengadaan barang tersebut. “Untuk masalah pengadaan barang, itu ada di bagian Pejabat Pembuat Teknis Keputusan,” katanya.

Terpisah, Anggota DPRD Tanah Bumbu Pawahisah Mahabatan sangat terkejut saat mengetahui pengadaan bangku dan meja sekolah yang dinilai kemahalan tersebut. “Baru kali ini saya mendengar harga bangku dan meja kecil terbuat dari kayu harganya mencapai Rp 2 juta per unit. Walaupun bahannya terbuat dari kayu ulin, kira-kira harganya juga taka mencapai segitu,” ujarnya saat dikonfirmasi Redkal.com, Kamis (16/5/2019).

Menurutnya, hal ini harus ada kajian ulang dari pihak Badan Periksa Keuangan (BPK) serta pihak Kejaksaan Negeri Batulicin. “Pihak penegak hukum harus menelisik proyek pengadaan meja dan kursi ini,” tandasnya.

Reporter: Slamet Riadi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here