Tak Punya KKS, 3.752 Siswa SMP Calon Penerima PIP Dicoret

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dari 9.806 siswa SMP di Banjarmasin yang diusulkan masuk dalam Program Indonesia Pintar (PIP), 3.752 di antaranya dicoret oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Alasannya, saat validasi data oleh kementerian 3.752 siswa ini dinyatakan tidak layak, atau dikatakan masih tergolong mampu. Dan mereka tidak menyertakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai syarat untuk masuk dalam PIP.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin Sarwani mengatakan, sebelumnya syarat untuk masuk dalam PIP masih bisa menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Belakangan, muncul aturan baru bagi siswa yang diusulkan harus mengantongi KKS.

Sarwani mengakui persoalan ini masih tergolong baru setelah kementerian melakukan perubahan aturan main. “Ini memang ketentuan yang baru dari kementerian. Siswa harus memiliki KKS. Kalau dulu masih bisa pakai SKTM, sekarang tidak bisa lagi,” ujarnya, Senin (3/9/2018).

Dia melanjutkan, hingga saat ini Disdik memang masih belum melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial terkait aturan baru dari kementerian tersebut. Disdik menggap jika jalur koordinasi kemungkinan dilakukan antara Kemendikbud dan Kementerian Sosial langsung.

Selain itu, untuk pagu anggaran pun Disdik masih belum mengetahui. Pasalnya datanya masih dipegang pihak bank. “Tugas kami hanya mendata. Untuk penerima tahun ini yang berjumlah 6.054 siswa sudah memiliki SK, dan memiliki rekening,” jelasnya.

Sementara itu, data untuk 2016 dari 8230 yang diusulkan ada 7.051 menerima. Sedang 1.179 siswa ditolak dengan alasan yang sama, gagal saat validasi data. Kemudian untuk tahun 2017 ada 8.903 yang diusulkan dan yang menerima 8.116. Sedang yang ditolak berjumlah 787 siswa.

M. Syahbani

Baca Juga :   Disdik Banjarmasin Sambut Baik Pengembalian Mata Pelajaran PMP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here