Taksi Konvensional Kepincut Merapat ke Taksi Online

304

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kisruh persoalan taksi konvensional versus taksi online agaknya segera mereda setelah sebagian sopir taksi konvesional siap beralih ke layanan transportasi berbasis aplikasi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rusdiansyah mengatakan baru saja melakukan rapat dengan ke dua belah pihak untuk membicarakan hal tersebut.

“Ini kabar yang sangat baik sekali. kita sudah rapat bersama Dishub kabupaten/kota se Kalsel, Para organda, dan para pimpinan taksi online duduk bersama. Mereka mau bergabung ke online,” ucap Rusdiansyah ketika dikonfirmasi, Sabtu (11/11/2017).

Tapi, Rusdi menambahkan, belum ada kata final saat rapat di gedung Saraba Sanggam eks Kantor Gubernur Kalsel Jalan Sudirman. Sebab, masih ada beberpa kesepakatan yang harus dipenuhi. Ia optimis kesepakatan itu merupakan titik awal keharomonisan kedua belah pihak.

Poin yang mesti dibahas selanjutnya di antaranya terkait regulasi ketetapan tarif. taksi online menghendaki tidak ada lagi harga tarif atas Rp 6.500 dan tarif bawah Rp 3.700. Artinya tarif dibuat flat.

Baca Juga :   Komunitas Taksi Online Terus Dekati Warga di Banjarmasin

“Untuk tarif mereka menghendaki flat, jadi ditetapkan saja misal Rp 5.000, itu bisa saja diberlakukan selama masih dalam ring itu. nanti akan bicarakan dipertemuan selanjutnya,” Katanya.

Selain itu, para taksi online menghendaki tidak ada lagi pembatasan zona operasi, seperti halnya larangan untuk memasuki bandara. Mereka berasumsi jika semuanya sama menggunakan sistem online dan tarif yang sama, artinya tidak ada lagi pemilahan.

”Juga tidak ada lagi pembatasan jangkauan. Taksi online berharap bebas beroperasi kemana-mana karena sama tarif. Masalahnya konvensional juga akan masuk di sana. Kemudian jangan dipilah-pilah lagi, siapa yang terdekat itu yang menjemput,” imbuhnya.

Adapun Dishub Kalsel menghendaki untuk satandarisasi mobil yang diberlakukan jika bergabung ke taksi online harus berdasarkan tahun. Rusdi berasusmsi mobil tua bisa ikut taksi onlie asalkan layak pakai untuk melayani jasa angkutan.

Baca Juga :   Organda Menduga Ada Pemalsuan Pemindahan Terminal Induk

“Kami mau jangan berdasarkan tahun saja, harus fleksibel. Walaupun tahun agak tua, tapi kondisi terawatkan bisa saja. Kami saran kan seperti itu,” kata Rusdiansyah.

M. SYAHBANI │ SYAHRI RAMADHAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here