Taksi Online Langgar Aturan, Taksi Kuning Ngamuk

681
Soir taksi angkutan kota (taksi kuning) protes atas operasional taksi onlline, Senin (8/1/2018). Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ratusan sopir angkutan kota (Angkot) Banjarmasin alias taksi kuning mengelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Banjarmasin, Senin (8/1/2017).

Mereka datang dengan membawa poster dan spanduk berisikan kecaman terhadap kebijakan pemerintah yang kendor dan kerap membiarkan taksi online beroperasi di Banjarmasin meski sudah ada larangan.

“Taksi online yang mengambil penumpang di depan terminal sangat berdampak bagi penghasilan. Kami mau taksi online itu ditiadakan beroperasi di Banjarmasin ini,” kata Ketua Taksi Kuning Putih Banjarmasin, M Yuni.

Mereka menuding, jika selama ini taksi online telah melanggar kesepakatan untuk tidak beroperasi sebelum Peraturan Gubernur (Pergub) tentang taksi online dikeluarkan pada bulan Februari nanti. Sehingga atas pelanggaran itu mereka menghendaki aplikasi taksi online tersebut ditutup.

“Aturanya kan jelas, sebelum Pergub keluar online ini tidak boleh beroperasi. Tapi nayatanya di lapangan masih banyak yang berkeliaran,” tandasnya.

Baca Juga :   Parpol Diingatkan untuk Tidak Nepotisme

Mereka menghendaki agar pemerintah tegas. Sebab mereka tidak mau jika kejadian itu menjadi penyulut tindakan anarkis.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah membenarkan, jika taksi online tidak boleh beroperasi sebelum Pergub keluar. Pemkot siap membantu dengan menerima laporan atas pelanggaran tersebut.

“Sejak hari ini, sebelum keluar peraturan gubernur hingga akhir Februari taksi online dilarang beroperasi. Dan kami minta sopir angkot jangan bertindak anarkis. Kalau ada kedapatan silahkan laporkan ke pihak yanh berwajib, atau ke kami,” ujarnya.

Selain itu, dia mengharapkan agar angkot lebih diperbaiki, khusunya fisik angkot yang sudah tua. Agar para penumpang bisa tertarik untuk menggunakan taksi angkutan kota tersebut.

“Mungkin bisa dimodifikasi untuk diremajakan. Nanti kan bisa dijadikan angkutan untuk pariwisata misalnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kelapa Dinaa Komunikasi Informasi dan Satatistik (Diskominfotik) Banjarmasin, Hermansyah menuturkan. Untuk mengabulakan penutupan aplikasi taksi online itu terlapau sukit. Sebab dia beralasan penutupan hanya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat saja.

Baca Juga :   Distribusi Air Leding di Tiga Kecamatan Bakal Macet Total, Catat Tanggalnya

“Untuk alokasi ini kan dari pusat, sehingga untuk menutup tidak bisa. Cuma nanti dengan adanya Pergub nanati ada aturanya yang jelas,” tuturnya.

Dia juga menyayangkan atas tindakan perusahaan taksi online yang masih saja membiarkan drivernya beroperasi. Padaha dalam rapat antara Pemerintah Provins Kalsel dan se-Kabupaten/kota telah disepakati bahwa taksi online tidak diizinkan beroperasi sebelum Pergub keluar.

“Kan sudah sepakat kemaren sejak November sampai Ferbruari online ini tidak beroperasi. Seharunya online bisa menahan, karena saat rapat kemaren diminta untuk mentaati, jangan sampi menimbulkn keresahan. Jadi aplikasi (taksi online) pun harus taat asas juga,” bebernya.

M SYAHBANI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here