Taman Budaya Kalsel Gelar Madihin Gaya Baru

KabarKalimantan, Banjarmasin – Bibit pelaku kesenian madihin rupanya masih tumbuh subur. Buktinya, pergelaran Madihin Bakisah yang digelar Taman Budaya Kalsel pada Sabtu (22/6/2019) malam diramaikan Pamadihinan muda.

Menurut Kepala Taman Budaya Kalsel Suharyanti, pengembangan seni budaya daerah adalah fokus kerja pihaknya. Setiap pergelaran, dihadirkan tampilan dari berbagai kesenian daerah Kalsel yang dikreasi dengan konsep kolaborasi.

“Kami menginginkan inovasi-inovasi agar kesenian kita bisa bersaing,” ucap Suharyanti.

Selama 2019, dijadwalkan ada 16 pergelaran. Madihin Bakisah adalah pergelaran yang ke 7.

Pada gilirannya, madihin pun tampil di spot kebanggaan Taman Budaya Kalsel, Panggung Bachtiar Sanderta. Madihin lebih renyah dengan kemasan baru. Ada kisah yang dilakonkan sejumlah aktor.

Sekilas, tampilan ini mirip dengan teater rakyat Japin Carita. Di panggung konvensional, Madihi Bakisah terkesan kekinian.

Sebagai seni bertutur yang khas dengan iringan gendang (terbang), madihin menjadi pengantar kisah. Madihin dimainkan sedikitnya 15 pamadihinan dari komunitas madihinesia.

Baca Juga :   Berkumpul Menonton Sekumpul Teater

Pemadihinan mengisi lakon secara bergantian sesuai skenario. Madihinesia juga berkolaborasi dengan komunitas Mahalabiu. Gelak tawa penonton pun jadi tak terelakkan.

Reporter : M Ali Nafiah Noor
Redaktur : Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab : M Ridha

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here