Sab. Jan 23rd, 2021

Tangkap Pembeli, Pengedar Zenith Ikut Dibekuk Polsek KPL Polresta Banjarmasin

2 min read

BANJARMASIN – Seorang pemuda di kawasan Plamboyan, RT 03, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat dibekuk Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Polresta Banjarmasin, Rabu (4/1/2017) sekitar pukul 09.00 Wita.

Kapolsek KPL Polresta Banjarmasin, Kompol Moh Fihim, membenarkan bahwa pihaknya telah membekuk pelaku yang diduga sebagai pengedar obat daftar G merek Zenith.

Penyedia pil “jin” itu dibekuk saat berada di kediamannya. Adapun sebelumnya saat pihak Polsek KPL melakukan patroli mendapati seorang pria mencurigakan. Kemudian pria itu langsung disambangi, dan digeledah oleh aparat.

“Kasus itu terungkap saat pihak Polsek KPL melakukan patroli di sekitar Pelabuhan Martapura Baru,” ucap pria lulusan Secapa Polri angkatan 2003 itu.

Kecurigaan pihak kepolisian berbuah hasil, saat penggeledahan itu ditemukan obat Carnophen sebanyak 10 butir dalam saku pria yang diduga sebagai pembeli pil Zenith. Pria itupun langsung digiring ke Mapolsek KPL Polresta Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan.

Kasus itu tidak berhenti sampai di situ, hasil interogasi pria yang kedapatan membawa Zenith memberikan informasi bagi kepolisian.

“Kami interogasi dan dia mengaku membeli Zenith di tempat pelaku di wilayah Plamboyan. Polsek KPL melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku,” kata Kapolsek KPL Polresta Banjarmasin itu.

Pelaku diketahui bernama Hadi Saputra alias Hadi (25) warga Jalan Eks Mess Bima Plamboyan, RT 03, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, dan barang bukti berupa obat Carnophen merk Zenith sebanyak 98 butir. “Dari tangan pelaku, kami amankan total barang bukti 98 butir pil zenith,” ujarnya.

Saat ini pelaku Hadi Saputra alias Hadi beserta barang bukti puluhan butir pil Zenith dibawa ke Polsek KPL guna pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Atas kasus tersebut, sementara terhadap pelaku diterapkan pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. raf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.