Sel. Jun 15th, 2021

Tata Cara Pergaulan di Lingkungan Pekerjaan

3 min read

DUNIA pergaulan ternyata memang ada sejak kita masih kanak-kanak, dengan meningkatnya usia dan dengan tahapan yang dilalui oleh setiap orang, remaja hingga dewasa, seseorang mulai berkata bahwa duniaku kini perlu pandai dan terampil dalam pergaulan terutama di lingkungan pekerjaan.

Yang menuntut lebih dari ketika masih remaja, di lingkungan sekolah oleh karena berkaitan erat dengan profesi dan atau jabatan dalam pekerjaan yang disandangnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam suatu perkenalan ini adalah orang yang lebih muda diperkenalkan degan orang yang lebih tua, seorang pria diperkenalkan dengan wanita.

Hindari perkenalan ditempat yang ramai seperti jalan raya, pasar, lift, restoran. Nama yang tidak jelas terdengar boleh ditanyakan lagi dengan sopan. Tips bagi wanita pada waktu berkenalan, wanita tidak perlu berdiri, kecuali harus menghadapi orang-orang yang pantas dihormati (sebagai pejabat atau orang yang lebih tua ).

Sedangkan tips perkenalan bagi pria adalah seorang pria harus berdiri pada waktu berjabat tangan dengan pria atau wanita yang memasuki ruangan, mendekati ia duduk, di sampingnya berdiri atau akan meninggalkan tempat. Etiket dalam pekerjaan atau bisnis tiap orang harus meyadari bahwa penghayatan tata krama dalam lingkungan kantor atau tempat usaha adalah amat penting.

Semua ini karena bertujuan memelihara suasana yang menyenangkan, menimbulkan rasa saling menghargai, meningkatkan efisiensi kerja, meningkatkan citra pribadi dan citra perusahaan. Etiket atau tata cara pergaulan merupakan salah satu sarana penting untuk memperoleh kemajuan dan sukses dalam dunia bisnis.

Etiket berguna untuk mempermudah kelancaran pelaksanaan kegiatan bisnis. Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan di lingkungan kerja, dan membantu keberhasilan urusan bisnis agar lancar dan efisien. Karyawan dan karyawati yang profesional perlu memperhatikan penampilan pribadi yang rapi dan bersih, pengendalian sikap tubuh, pengendalian suara, menggunakan bahasa yang baik, memelihara suasana yang formal, menepati janji dan menepati waktu.

Adab dalam menghadapi atasan atau pejabat yaitu berpakaian rapi, ketuk pintu sebelum masuk, ucapkan salam, tunggu atasan atau pejabat mengulurkan tangan, tunggu dipersilahkan duduk, bicara dengan suara yang jelas tidak terlalu keras tetapi tidak juga terlalu lambat, bicara seperlunya saja, mengakhiri pembicaraan dengan ucapan terima kasih.

Adapun cara menerima tamu di kantor, apabila dengan perjanjian tepat waktu dan apabila keluar kantor harus memberitahukan dan minta maaf apabila akan terlambat. Apabila tamu masuk hendaknya anda berdiri, senyum dan bersalaman. Bila ada pegawai lain di kantor, Anda perkenalkan selamat datang ”welcome”.

Kadang-kadang perlu kontak pribadi sebelum berbicara bisnis, perlu tidaknya Anda yang menentukan sesuai intuisi. Usahakanlah untuk tidak menerima telepon apabila sedang menerima tamu, kecuali terlalu penting dan minta maaf. Layani dengan sopan ramah dan bersikap membantu. Antar tamu sampai pintu, apabila penting untuk bisnis sampai lift.

Hal-hal yang diperlukan untuk dapat berbicara secara efektif adalah rasa percaya diri yang kuat, keluwesan dalam pergaulan, mempunyai persepsi yang tepat terhadap keadaan lingkungan dan individu yang terlibat dalam interaksi tersebut. Dapat menguasai situasi, mengetahui hasil yang diharapkan dari interaksi.

Yang harus dihindari dalam percakapan yaitu memotong pembicaraan orang lain, memonopoli pembicaraan atau percakapan, membual tentang diri sendiri, membicarakan hal-hal yang dapat menimbulkan pertentangan, menanyakan masalah yang sifatnya pribadi, gosip atau berita yang belum tentu kebenarannya.

Tujuan akhir pengendalian diri adalah untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan, perjalanan hidup itu sangat dinamis kadang berliku,menurun atau mendaki. Medan kehidupan yang sedemikian itu menuntut kita harus menguasai sejumlah kompetensi hidup antara lain pengendalian diri.

Ada beberapa cara dalam pengendalian diri yaitu pengendalian suasana hati, pengendalian pikiran dan visi, pengendalian nafsu atau hasrat. Hati adalah pusat kekuatan jiwa, suasana sangat mudah berubah sejalan dengan dinamika kehidupan yang dialami seseorang. Hati akan menentukan apakah seseorang akan menjadi mulia atau hina.

Oleh: Reviani Ramadhan, S.Pd
Guru IPA di SMP Negeri 3 Satap Simpang Empat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.