Terdakwa Muslih-Trensis Menangis Saat Pembacaan Pledoi Sidang

713
Terdakwa Muslih usai persidangan di Tipikor Banjarmasin, Kamis (14/12/2017). dokumentasi redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sidang lanjutan kasus suap penyertaan modal PDAM Bandarmasih dengan agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan dari tim kuasa hukum terdakwa Muslih dan Trensis, Selasa (16/1) yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Kota Banjarmasin.

Dalam pembacaan pledoi tersebut, dibacakan oleh tim kuasa hukum dari kedua terdakwa yakni Yunaldi, SH dihadapan ketua majelis hakim Sihar Hamunangan Purba, SH, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amir Nor Dianto.

Adapun yang dibacakan oleh Yunaldi, SH dalam nota pembelaan yang berisikan lebih dari 100 lembar itu, berbunyi untuk kasus suap penyertaan modal Pdam Bandarmasih yang menjerat Muslih serta Trensis benar dilakukannya untuk pemulusan Raperda tersebut.

Namun, penyerahan uang yang berjumlah 150 juta yang diserahkan kepada Mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali dan Ketau Pansus Andi Effendi itu benar dilakukan tapi dalam keadaan didesak mereka berdua.

Baca Juga :   Sidang Muslih dan Trensis, KPK Akan Hadirkan 12 Saksi

Hal itu, berawal dari tanggal 3 September 2017 yang mana Iwan Rusmali menelpon Muslih untuk menyerahkan uang, bila tidak diserahkan maka Raperda yang diajukan tidak akan disahkan.

Benar perbuatan tersebut, bertentangan dengan pasal 9 ayat 1 Tipikor, akan tetapi perbauatan Muslih dan Trensis bukan karna kehendaknya namun atas dorongan dari pihak Iwan dan Andi agar dilancarkan Raperda Penyertaan Modal Pdam Bandarmasih walaupun itu untuk kepentingan masyarakat.

Selanjutnya, selesainya pembacaan pledoo dari tim kuasa hukum kedua terdakwa. Kemudian dilanjutkan kembali pembacaan pembelaan dari Muslih.

Menurut Muslih, saya meakui melakukan perbuatan itu tapi atas desakan mereka berdua karna pada saat itu ntuk keadaan Pdam Bandarmasih masih perlu pembenahan agar masalah yang ada di masyarakat dapat teratasi.

“Maka dari itu, untuk kepada Ketua Majelis Hakim yang saya hormati beserta JPU agarnya dengan besar hati dapat meringankan hukuman saya,” lanjut Muslih.

Baca Juga :   KPK Serahkan Berkas Muslih dan Trensis di PN Banjarmasin

Sebelum berakhirnya pembacaan pledoi dari Muslih, tiba-tiba suasana terdiam. Dan ternyata, Muslih membuat pesan kepada semua yang hadir hari ini.

Ia mengakui perbuatan itu. Tapi Muslih mohon dimaafkan mengingat pengabdiannya selama 27 tahun bekerja di PDAM Bandarmasih. “Maka dari itu saya menyumbangkan uang kepada PDAM dan fakir miskin sebesar kurang lebih Satu Miliar hasil dari uang pesangon ataupun gajih saya,” ujar Muslih sambil menangis dihadapan ketua majelis hakim.

Disisi-sisi lain, Trensis yang membacakan pembelaannya menuturkan mengakui juga perbuatan itu namun itu atas perintah Muslih sebagai mana patuh kepada atasannya. “Maka dari itu, saya memohon kepada ketua majelis hakim untuk meringankan tuntutan hukuman,” papar Trensis sambil mengusap mata.

Akhirnya, sebelum diketuknya palu oleh Ketua Majelis Hakim Sihar Hamonangan Purba, SH. Ia mengatakan akan melanjutkan sidang pledoi itu, pada tanggal 30 Januari 2018.

Baca Juga :   Kamis, Muslih dan Trensis Disidang di Tipikor

M SYAHBANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here