Tersangkut Mata Cekung Setengah Sadar

Pengguna Zenith alias Carnophen atau dikenal pula dengan “jin”, sudah jadi momok. Tapi “jin” yang satu ini menuntun polisi menuju sarang pemilik ratusan pil Carnophen tersebut.

Wartawan Eddy Khairuddin

MN layaknya penunggu kawasan Pelabuhan Trisakti Bandarmasih, Banjarmasin. Nyaris saban hari, warga Jalan Cendrawasih itu mondar-mandir di sana. Jalan sempoyongan, mata sayu, dan berani mengajak orang lain berlaku yang sama.
Tapi kini MN tak lagi bisa berbuat semaunya. Ia keburu diciduk jajaran Polsek KPL Resta Banjarmasin. MN dituduh memiliki pil berbahaya di Jalan Bina Karya RT 65, RW 04, Pelambuan, Banjarmasin Barat, Jum’at (7/7) sekitar pukul 14.30 Wita di tengah asyik menikmati pengaruh ‘pil jin’, eh pil zenith.
Celakanya, MN tertangkap basah dalam kondisi pengaruh obat berbahaya. Pengaruh pil jin. Ironisnya bertambah. Kala hendak ditangkap itu, polisi menemukan obat daftar G itu di kantong celana MN. Plus tempat obat yang diakui MN dibeli dari seseorang.
Di Terminal Penumpang Trisakti Banjarmasin, MN digeledah. Tertunduk sayu, mata cekungnya meyakinkan polisi akan setengah kesadarannya. Terlihat gugup MN pun mengatatakan lokasi memperoleh obat-obat itu. “Saya beli di wilayah Pelambuan pak,” ujarnya seperti ditirukan polisi.
Informasi ini tentu tak langsung dibungkus. Disimpan polisi sambil memastikan informasi MN ke lapangan. Hasilnya, polisi bersikap sigap. Beberapa personil diturunkan, dan menciduk pemilik lain Carnophen yang kebetulan berada di lokasi yang ditunjuk MN.
Syahrudin alias Udin, 38 tahun yang diringkus. Warga Jalan Bina Karya, RT 65, RW 04, Kelurahan Pelambuan itu digelandang ke Mapolsek KPL Resta Banjarmasin dengan tuduhan penyebar jin lain di kawasan pelabuhan penumpang dan barang itu.
Kompol Moh Fihim mengamini aksi polisi menangkap dua pelaku. Ditemui Senin (10/7) di kantornya, ia mengatakan kedua pelaku diamankan bersama barang bukti pil Carnophen. “Udin ditangkap di kediamannya besera barang bukti kepemilikan obat berbahaya,” katanya, mewakili Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana.
Para pelaku dianggap secara sadar menentang hukum, mengedarkan obat sediaan farmasi yang telah ditarik izin edar tahun 2009. “Kepada para pelaku diterapkan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009,” imbuh dia. Adapun barang bukti yang berhasil disita polisi adalah 83 butir pil Carnopen, dan uang senilai Rp 60 ribu. Uang itu diduga hasil penjualan pil tersebut.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here