Tes Kesehatan KONI Menuju Papua

1640

Tim satuan tugas Wasaka Koni Kalimantan Selatan melakukan tes kesehatan atlit. Tahap awal sebelum menuju PON 2020 Papua.

Wartawan Muhammad Dirga

SUMRINGAH menghias sejumlah raut muka pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel. Tak cuma pencairan dana hibah demi pembinaan atlit, yang tinggal menunggu waktu. KONI pun punya kerja terbaru. Tim satuan tugas Wasaka KONI melakukan tes kesehatan terhadap atlit yang diusulkan pengurus provinsi cabang olahraga untuk menjadi atlit unggulan wasaka proyeksi PON Papua 2020.
Tahap pertama sebanyak 17 atlit. Mereka terdiri dari cabang anggar, judo, kempo, taekwondo, tinju, karate, pencak silat dan wushu. Mereka diundang menjalani tes kesehatan dengan cara diambil sampel darah di Laboratarium klinik Siaga.
Tes kesehatan dilaksanakan di laboratorium Medrin Jalan A Yani kilometer 4. Dipimpin dr Yudi yang merupakan dokter kesehatan Koni Kalsel dengan mengundang cabor secara bergantian. Dilaksanakan mulai 10-12 Juli. Usai tes kesehatan dan mendapatkan hasilnya pada 15-17, ya dilanjutkan dengan tes psikologi. Setelah tes fisik dan psikologi, 18-20 Juli dihelat tes fisik.
Menurut Ketua Bidang Prestasi KONI Kalsel, Gusti Perdana, dari beberapa cabor olahraga yang diundang hanya satu cabor belum bisa melakukan tes kesehatan, yakni cabor gulat. “Gulat minta undur karena ada enam pegulat, mantan pegulat PON yang belum terpanggil,” jelasnya.
Gusti Perdana mengatakan, tes kesehatan, psikologi dan tes fisik dilakukan karena KONI mulai membina atlit sejak 2017. Jadi tidak hanya menjelang PON Papua, sehingga semua atlit yang dibina lebih awal melakukan tes kesehatan.
“Supaya pembinaan itu bisa berkelanjutan sesuai apa yang diinginkan atlit yang dibina benar-benar sehat. Sehingga semua organ tubuh berfungsi dengan baik. Kalau salah satu organ tubuh ada yang kurang sehingga atlit tidak bisa bertanding dengan maksimal,” jelas Gusti Perdana.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here