Tidak Lagi Jawab Diplomatis, Ibnu Terang-Terangan Nyatakan Diri Maju di Pilwali

1134
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina

KabarKalimantan, Banjarmasin – Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina akhirnya terang-terangan menyatakan diri untuk maju kembali di Pilwali 2020.

Tidak seperti beberapa waktu lalu, bila disinggung soal pencalonan dirinya, orang nomor satu di Banjarmasin ini cenderung memberi jawaban secara diplomatis.

Ibnu tahu, ini merupakan waktu yang tepat untuk menyampaikannya. Mengingat, pelaksanaan Pilkada 2020 sedikit dipercepat. Salah satunya dengan dikeluarkannya draf peraturan KPU. Sehingga tidak ada lagi alasan berleha-leha.

“Saya mencoba mambangun komunikasi politik dengan semua pihak, dan berharap mendapat dukungan untuk maju di periode kedua,” ucapnya di balai kota, Kamis (27/6/2019).

Dia juga sudah mengetahui bahwa partai keadilan sejahtera (PKS) sebagai partainya mulai melakukan penjajakan, dan komunikasi politik dengan beberapa Parpol lain. Salah satunya partai gerakan Indonesia raya (Gerindra).

Ibnu tidak menampik, bawah kedekatan antara dua Parpol ini sudah terjalin lama. Sehingga tidak menutup kemungkinan dua Parpol ini bakal berkoalisi di Pilwali mendatang.

“Dari dulu kan PKS dan Gerindra memang dekat. Sudah ada silaturahim, dan pembicaran,” ungkap Ibnu yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalsel itu.

Hal ini semakin menegaskan bahwa dirinya juga harus segera berbenah. Kendati dia tahu, sebagai kepala daerah masih ada “PR” yang harus dikerjakan untuk pembangunan kota.

“Di tahun keempat ini seharusnya masih fokus dengan pembangunan. Tapi karena Pilkada dimajukan, kami juga harus membagi fokus untuk Pilkada dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Lantas, apakah PKS dan Gerindra sudah memastikan diri maju bersama untuk memenangkan Pilwali ini, atau ada kemungkinan lain, misalnya kembali kongsi kembali bersama Hermansyah?

Ibnu beberapa saat terdiam, dan menjawab. “Anything can happen. Segala sesuatu bisa terjadi. Dua jam sebelum pendaftaran pun bisa terjadi,” ujar Ibnu diplomasi.

Seperti diketahui, hubungan Ibnu dan Herman memang tidak terlalu mesra saat berdampingan memimpin Banjarmasin. Banyak pandangan, dan kebijakan yang berseberangan, hingga membuat langkah mereka tidak seirama. Bahkan, muncul kabar bahwa mereka pecah kongsi di Pilwali mendatang.

Nah di sisi lain, Banjarmasin juga memiliki mitos, bahwa kepala daerah hanya bisa menjabat satu periode saja. Artinya, petahana siap-siap tersingkir apabila maju di Pilkada untuk kedua kalinya.

Ditanya soal mitos itu Ibnu tersenyum. Politikus PKS ini berniat untuk mematahkan mitos yang selama ini memang terbukti kebenarannya. “Mudahan dengan dukungan seluruh warga, mitosnya terpecahkan,” ujarnya.

Kendati boleh dibilang kepemimpinannya efektif berjalan hanya tiga tahun, Ibnu optimis bahwa hal itu tentu akan mendapat penilaian yang positif dari masyarakat. Walaupun tentu juga ada yang berpandangan negatif.

“Saya tunjukan kinerja saja. Di tahun tiga inikan mulai terlihat pembangunan kota Banjarmasin. Menurut saya. Tapi mungkin juga ada yang protes dengan hal itu. Silakan saja,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Pemkot Bujuk Pemprov Hibahkan Rp65 Miliar Saham PDAM Bandarmasih

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here