Rab. Agu 5th, 2020

Tiga Bocah Digigit Anjing, Balangan Waspadai Rabies

2 min read

Anak yang diduga digigit anjing di Desa Urin, Balangan. Foto Facebook

KabarKalimantan, Paringin – Tiga anak di Desa Urin, Kecamatan Halong dikabarkan telah digigit oleh anjing gila yang menimbulkan penyakit berbahaya seperti rabies.

Tiga bocah tersebut digigit anjing pada Jum,at (1/12/2017) lalu dengan luka gigitan di kaki dan tangan serta beberapa luka bekas cakaran dibagian tubuhnya. Menanggapi kekhawatiran tersebut , Dinas Kesehatan Balangan bergegas melakukan pemeriksaan terhadap kedua bocah .

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, H Abdullah Majidi,mengungkapkan telah memberi penanganan sesuai standar yang ditetapkan, seperti mencuci luka dengan air sabun, dan memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR).

“Kami menerima kabar pada jum,at sore kemaren bahwa ada 3 orang anak digigit oleh anjing. Dan saat itu juga, ketiganya telah ditangani sesuai dengan standar oleh petugas kesehatan di Puskesmas Uren dan Puskesmas Halong,” ujar Abdullah kepada KabarKalimantan, Sabtu (02/12/2017).

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan untuk menangani binatang yang dapat menularkan virus rabies tersebut. Menurut dia, Dinas Kesehatan berperan dalam penanganan terhadap korban gigitan dengan memberi perawatan dan Vaksisanasi.

Adapun Dinas Peternakan bertugas melakukan penanganan binatangnya. Abdullah menerangkah, ciri ciri binatang rabies yakni mulut mengeluarkan liur berlebih, takut air, ekor menghadap kebawah diantara 2 kaki, kemungkinan rabies.

“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadainya, anak-anak jangan terlalu sering bermain diluar bila ada binatang dengan ciri-ciri tersebut,” ujarnya

Ditambahkannya, sebanyak 95% kasus penularan Rabies selama ini memang ditularkan melalui gigitan anjing. Namun sebenarnya, beberapa binatang mamalia seperti kucing, kelelawar, monyet, sapi dan kuda pun bisa menularkan virus rabies.

“Perlu diingat, dengan membunuh semua binatang liar di pemukiman kita, tidaklah menyelesaikan masalah, malah menimbulkan masalah baru. Bagi masyarakat yang menemukan binatang dengan kecurigaan rabies, segera melaporkan kepada aparat,” urainya.

Menurut Abdullah, membunuh semua binatang liar hanya akan mengurangi jumlah binatang liar untuk sementara waktu. Selama di sekitar masih ada sampah-sampah bekas makanan terbuka, yang menjadikan hewan terus berdatangan kembali ke lokasi.

“Jangan lupa, anjing punya penciuman yang tajam. Sebaiknya kita harus memastikan agar tempat pembuangan sampah di lingkungan kita tertutup rapat untuk mengurangi jumlah binatang liar di sekitar kita,” ujarnya.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, sampai dengan November 2017 tercatat ada 12 kasus gigitan binatang, dan kesemuanya telah ditangani sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

F. M HIDAYATULLAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.