Tim Humpro Kalsel bersama Insan Pers Kunjungi Geopark Pegunungan Sewu Yogyakarta

12

KabarKalimantan, Yogyakarta –  Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Biro Humas dan Protokol mengajak rombongan anggota Press Room Pemprov Kalsel bertandang ke Badan Pengelola Geopark Pegunungan Sewu Yogyakarta, Rabu (30/10/2019).

Hal tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen Pemprov Kalsel dalam meningkatkan status Geopark Pegunungan Meratus agar menjadi Geopark Internasional dan termasuk dalam Unesco Global Geopark (UGG).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi Konsultan Geopark Meratus, Jatmika Setyawan, yang juga tim Geologi UPN Veteran Yogyakarta mengatakan, dengan melihat langsung dan menggali di setiap geosite yang ada di Yogyakarta dapat diterapkan dalam upaya pengembangan Geopark Meratus sehingga kelak diharapkan juga bisa masuk UGG.

“Semoga, Geopark Meratus yang saat ini berstatus geopark nasional bakal masuk UGG pada 2021 mendatang. Karena pada aspek ekologi Geopark Meratus memiliki keistimewaan tersendiri yang bakal menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan terutama dari mancanegara,” katanya.

Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan adalah kawasan wisata Lava Bantal yang merupakan jejak lava Gunung Api Purba yang berada di aliran sungai setempat.

“Lava Bantal merupakan salah satu wisata geoheritage untuk mengulik sejarah terjadinya Pulau Jawa,” katanya.

Usai dari Lava Bantal, rombongan kemudian bergerak ke Tebing Breksi (Geosite Breksi Tuf Candi Ijo) yang merupakan tempat wisata berada di wilayah Kabupaten Sleman.

Di Tebing Breksi, rombongan menanyakan kepada pengelola asal usul Tebing Breksi sebelum menjadi tempat wisata.

“Ini adalah tempat penambangan batuan alam yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Namun, sejak tahun 2014 berdasarkan hasil kajian pemerintah menyatakan batuan yang ada di lokasi penambangan setempat merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran sehingga penambangan ditutup dan menjadi tempat wisata sejak tahun 2015,” kata Rofiq yang merupakan pengelola di sana.

Ia menuturkan, kunjungan wisatawan selalu meningkat dari waktu ke waktu dan rata-rata kunjungan bulanan mencapai puluhan ribu, bahkan pada Juli lalu tembus 175 ribu pengunjung.

Usai menikmati pemandangan di Tebing Breksi, rombongan kemudian mengunjungi Geopark Pegunungan Sewu, di kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul.

Di sana, rombongan disambut oleh Kelompok Sadar Wisata Nglanggeran yang dalam kesempatan tersebut mereka memaparkan pengelolaan wisata setempat hingga kini mampu menghasilkan pendapatan miliaran rupiah tiap tahun hingga omset tahun 2018 sebesar Rp 3,2 miliar.

Ketua Pokdarwis Nglanggeran, Mursidi mengatakan, karena komitmen dari Karang Taruna dan masyarakat serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan mereka dipercayai mengelola lahan seluas 48 hektare untuk ditanami pohon-pohon di area gunung yang mulanya gundul dan gersang di antara bongkahan-bongkahan batu pencakar langit kini menjadi hijau.

“Setelah kondisi lingkungan mulai hijau, makin nyaman dan memiliki daya tarik wisata, kami mendapatkan dukungan dari Dinas Kebudayaam dan Pariwisata Gunungkidul melalui promosi (FAM Tour) ditahun 2007,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas SDM pemuda Nglanggeran melakukan studi dan mengenal teknologi sebagai sarana promosi menggunakan media Teknologi Informasi sangat mendukung dalam pengenalan Gunung Api Purba menjadi kawasan wisata, kemudian dibuat lah sebuah lembaga BPDW (Badan Pengelola Desa Wisata) yang melibatkan dari seluruh komponen masyarakat dari Ibu PKK, Kelompok Tani, Pemerintah Desa dan juga pemuda karang taruna.

“Dengan mendapatkan beberapa pelatihan dan SDM pengurus yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, perkembangan wisata di Desa Nglanggeran pun berkembang signifikan,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan rombongan, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kurnadiansyah mengatakan, kunjungan ke Geopark di Yogyakarta ini untuk lebih mempelajari dan menggali geopark yang ada di Yogyakarta, yang mana kita ketahui bahwa Kalsel juga memiliki Geopark Meratus yang membentang lebih panjang dari Geopark yang ada di Yogyakarta.

“Ke depan, kami akan segera mengadakan rapat bersama SKPD terkait tentang memajukan Geopark Pegunungan Meratus ,” pungkasnya.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here