Kam. Jul 16th, 2020

TMMD, Ketika Serdadu Menggarap Infrastruktur di Lereng Meratus

4 min read

Personel TNI Kodim 1001/Amuntai-Balangan menggarap bedah rumah di Desa Dayak Pitap, Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan, dalam program TMMD ke-100. Istimewa for redkal.com

KabarKalimantan, Paringin – Kodim 1001 Amuntai/Balangan melalui satuan tugas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 bersama masyarakat Dusun Uyam, Desa Dayak Pitap, Kecamatan Tebing Tinggi, bergotong royong membersihkan tempat ibadah gereja Bethel di desa setempat, Senin(23/10/2017)

Dandim 1001 Amuntai Balangan Letkol Aria Sangita Saleh di tempat terpisah menyebutkan, kegiatan itu adalah salah satu kegiatan fisik dari TMMD yang ke-100 Tahun 2017. Agenda it meneguhkan bentuk jiwa kebersamaan dan rasa kegotong royongan personil satgas TMMD ke-100 dengan masyarakat Desa Dayak Pitap

“Dengan diadakannya gotong royong membersihkan rumah ibadah ini dalam kegiatan TMMD ke-100 ini dapat menambah erat tali persaudaraan dan silaturahmi antara warga masyarakat dan TNI,” ujar Letkol Aria Sangita.

Khususnya dalam program TMMD ke- 100 tahun 2017, terlihat anggota personel Satgas TMMD ke- 100 besama warga masyarakat saling bahu membahu membersihkan gereja milik masyarakat Dayak Pitap ini. Sehingga tempat ibadah tersebut dapat digunakan dengan baik.

Diharapkan dengan adanya kegiatan pembersihan masjid ini dapat menambah nilai keimanan dan ke kusyukan dalam beribadah

Pengurus Gereja Bethel sendiri menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada personel satuan tugas TMMD khususnya Kodim 1001 amuntai Balangan yang telah perduli membantu membersihkan dan memperindah membangun Gereja.

Sementata Program Tentara Manunggal Membangun Desa ke-100 ini Kodim 1001 amuntai Balangan ini menyisakan cerita haru. Warga dayak diKecamatan Tebing tinggi yang ketempatan program TMMD ke-100 mulai sedih seiring mendekati akhir program.

Baca Juga :   Terpencil, TMMD Kembali Menyasar Kecamatan Tebing Tinggi

Penelusuran KabarKalimantan di lokasi itu, sebagian warga berat melepas para serdadu yang bergotong royong membangun infrastruktur desa. Uthan misalnya, kerap meluangkan waktu bercengkrama bersama tentara di sela rehat. Mereka saling bercanda seraya ditemani kopi.

Uthan yang bersuku dayak ini dan sebagian warga sudah menganggap pasukan TNI sebagai saudara . Warga terkesan atas dedikasi tentara ketika membangun akses infrastruktur. Seringnya berinteraksi antara warga dan TNI membuat ikatan batin di antara mereka kian menebal. Kesan kekeluargaan pun semakin mengental.

Walau belum sepenuhnya rampung, hasil kerja keras TNI dan rakyat mulai menampakkan hasil menjelang akhir program TMMD pada 26 Oktober 2017. Akses jembatan dan jalan kampung kini sedikit lebih jembar untuk menopang aktivitas warga.

Kampung dan dusun kecamatan tebing tinggi yang berada di lereng meratus ini, memang layak menerima program TMMD ke-100. Maklum, kampung itu cukup terisolir jauh dari pusat Kota Balangan. Akses jalan darat pun hanya bisa dilewati kendaraan roda dua bahkan ada warga yang rela jalan kaki

Letkol Aria Sangita Saleh, sadar bahwa TMMD sekaligus memperat kemanunggalan TNI bersama rakyat di tengah perbaikan infrastruktur fisik.

Baca Juga :   Terpencil, TMMD Kembali Menyasar Kecamatan Tebing Tinggi

TMMD menyasar dua aspek pembangunan: fisik dan non-fisik. Program non-fisik berfokus menumbuhkan kesadaran bela negara, berbangsa, dan bernegara bagi masyarakat.

Aria menurunkan semua serdadu Kodim 1001 demi mewujudkan program TMMD. Ia meminta pasukan mesti mengerjakan proyek sesuai target, tanpa berpangku tangan, dan warga mesti ikut turun tangan. Menurut dia, strategi semacam ini sangat membantu percepatan pembangunan di pelosok yang geografisnya kurang mendukung.

“Program TMMD secara enggak langsung menghemat pengeluaran anggaran pemerintah, dan meringankan pekerjaan pemerintah dalam membangun akses ke desa terpencil,” Aria berujar.

TMMD dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan untuk membantu akselerasi pembangunan di daerah tertinggal, terisolasi, dan pinggiran. Menurut Aria, TMMD mengupayakan pemberdayaan wilayah sehingga punya daya tangkal kuat bagi kemungkinan ancaman dari luar.

Adapun kegiatan utama TMMD ke 100 di Kecamatan Tebing Tinggi yang dilaksanakan oleh Kodim 1001 Amuntai Balangan ini mencakup pembangunan jalan dan jembatan di Desa Uyam dan Panikin.

Untuk jalan di bangun dengan ukuran 4×989 meter dari Desa Gunung Batu ke Desa Uyam dan Desa Simpang Nadung ke Desa Panikin. Sedangkan jembatan dengan ukiran 7×6 kita bangun empat buah, di Desa Iyam 3 buah dan Desa Panikin 1 buah.

Selain kegiatan utama, ada satu kegiatan tambahan yakni bedah satu unit rumah di Desa Mayanau.

Baca Juga :   Terpencil, TMMD Kembali Menyasar Kecamatan Tebing Tinggi

Adapunn kegiatan non-fisik di antaranya penyuluhan kesehatan (penggunaan alat kontrasepsi), pengobatan massal, sosialisasi UU tertib lantas, karhutlah, wasbang dan bela negara, rekrutmen TNI, bahaya narkoba, siskamling, bahaya ISIS dan ceramah agama.

Adapun total dana yang dibutuhkan TMMD ke-100 di Tebing Tinggi mencapai Rp 1,2 miliar, meliputi pemeliharaan jalan sebesar Rp 400 juta dan pembuatan jembatan box culver sebesar Rp 800 juta yang keseluruhannya dibantu oleh anggaran Pemkab Balangan .

Pemerintah Kabupaten Balangan mendukung penuh kegiatan TMMD ke-100 yang dilakukan oleh Kodim 1001 Amuntai Balangan ini diwilayah kecamatan Tebing Tinggi ini

Bupati Balangan H Ansharuddin mengapresiasi atas program Korem 101/Antasari dan Kodim 1001 Amutai Balangan yang berkenan menggelar TTMD di wilayah Kabupaten Balangan, terutama di Kecamatan Tebing Tinggi. Menurut dia, TNI-AD sudah mempertimbangkan kenapa TMMD dipilih di Kecamatan Tebing Tinggi.

“Kita tahu TMMD ini merupakan kegiatan dengan fokus utama yakni ifrastruktur terutama daerah terisolir, dan tebing tinggi memang patut menjadi pilihan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur,” tutur Ansharuddin.

Ia merespons positif TMMD karena program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, pemerintah daerah serta segenap lapisan masyarakat demi mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di pedesaan.

Ansharuddin berharap TMMD bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

F. M HIDAYATULLAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.