Tolak Kenaikan RKT, Fraksi PSI DKI Jakarta dapat dukungan dari DPW PSI Kalsel

2 min read
69

KabarKalimantan, Banjarmasin – DPRD DKI Jakarta membuat usulan yang bikin geleng kepala. Bagaimana tidak, di tengah merosotnya ekonomi akibat pandemi Covid-19, pada wakil rakyat terhormat ini malah mengusulkan kenaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT).

Kenaikan RKT itu akan berdampak pada besaran uang yang peroleh masing-masing anggota DPRD DKI Jakarta selama satu tahun anggaran. Rancangan anggaran RKT 2021 mencapai Rp 888 miliar untuk 106 anggota DPRD DKI Jakarta. Artinya, setiap anggota dewan akan mengantongi uang sebesar Rp 8,3 miliar dalam setahun atau Rp 689 juta per bulan jika usulan anggaran itu lolos.

Sontak, hal ini langsung menuai sejumlah reaksi dari berbagai kalangan. Nah, salah satu yang paling nyaring menyuarakan penolakan terhadap usulan ini adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca Juga :   ​Jalan Rusak di Barsel Dikeluhkan Warga

Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar bahkan telah mengeluarkan instruksi agar seluruh anggora DPRD Jakarta dari Fraksi PSI menolak usulan ini. “Kami dari DPW PSI Memutuskan menolak anggaran ini. Keadaaan ekonomi sedang berat. Pengangguran meningkat. Saat ini masyarakat perlu keteladanan dari pemimpinnya,” katanya dikutip dari okenews.

Sikap Victor mendapat dukungan dari sejumlah DPW PSI lain di Indonesia, salah satunya DPW PSI Kalsel. Ketua DPW PSI Kalsel Ananta Agung Junaedy menilai, langkah DPW PSI Jakarta untuk menginstruksikan anggota fraksi PSI di DPRD Jakarta menolak usulan kenaikan RKT merupakan langkah yang sangat tepat.

Baca Juga :   Diskominfo Kalsel Gelar Deklarasi Anti Hoax

“Perlawanan yang diberikan kawan-kawan DPW PSI Jakarta merupakan bentuk keberpihakan PSI terhadap kepentingan masyarakat, apalagi di masa pandemi seperti ini,” ujar Ananta kepada wartawan Redkal.com di Banjarmasin, Kamis (3/12/2020).

Ia menilai, usulan untuk menaikan anggaran menjadi Rp 888 miliar sangat tidak mempertimbangkan asas kepantasan dan kewajaran. “Kondisi ekonomi masyarakat sedang turun akibat pandemi covid-19. Mestinya, anggaran bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih urgent dan prioritas. Apalagi, sangat banyak warga Jakarta yang kehilangan pekerjaan dan pengurangan jam kerja,” tegasnya.

Lantas, dengan penolakan ini, apakah PSI tidak takut dianggap cari muka? Sembari tersenyum, Ananta menuturkan, sejak awal berdiri PSI sudah berkomitmen untuk selalu berupaya menyampaikan kebenaran dan melakukan hal yang benar. “Tentu saja, ada konsekwensi seperti tudingan miring, cibiran, dan cemoohan yang dihembuskan arus besar yang ingin membawa PSI masuk ke dalamnya. Tapi dengan komitmen yang kuat hal itu bukanlah masalah,” ujarnya.

Baca Juga :   Soal Meningkatnya Angka Virus Corona, Ketua DPW PSI Kalsel Ingatkan Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Ananta menuturkan, berbagai bentuk cibiran, cemooh, bahkan fitnah tak akan menyurutkan PSI untuk tetap hadir, tetap bekerja, dan akan senantiasa bersama rakyat. “Itu sudah komitmen kami dari awal dibentuknya PSI. Sekali lagi, kami akan berusaha maksimal untuk menyampaikan kebenaran dan melakukan hal yang benar bersama rakyat,” katanya.

Wartawan: Smara Aqdimul Azmi
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *