TPID Kalsel Tandatangani B to B dengan Blitar

486

Kabarkalimantan, Banjarmasin – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalsel tandatangani kesepakatan Business to Business (B to B) dengan Kabupaten Blitar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indoneisa Kalsel Herawanto mengatakan, kesepakatan dengan Kabupaten Blitar bertujuan untuk menangani permasalahan infalsi daerah yang kerap muncul.

“Infalsi menjadi permasalahan yang kerap muncul terutama pada beberapa bulan terakhir. Biasanya tekanan  datang dari harga telur ayam dan daging ayam,” ujar Herawanto, yang juga wakil ketua TPID Kalsel, dalam siaran Pers BI Kalsel, Rabu (31/10/2018).

Setelah penandatanganan kesepakatan B to B antara TPID Kalsel dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar yang dilaksanakan pada Selasa 30 oktober 2018 kemarin, selanjutnya Bulog Kalsel akan segera menerbitkan purchase order pada Koprasi Blitar.

Kerjasama ini menjadi salah satu catatan sejarah penting dalam pengendalaian infalsi daerah. Seperti yang dikatakan Persiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional IX TPID 2018 di Jakarta, selama 4 tahun terakhir inflasi Indoneisa selalu terjaga di bawah 4%. Bahkan pada semester I 2018, inflasi berada pada posisi kisaran 3,5%.

Baca Juga :   BI Kalsel Buka Kas Titipan di Kandangan

Disebutkan, pada 2015 inflasi di Indonesia di angka 3,35%. Lalu di 2016 sebesar 3,02% dan 2017 mencapai 3,61%. Sementara pada 2018, diperkirakan 3,5% (plus minus 1).

Persiden juga berharap inflasi negara ini, di angka 1% dan 2% seperti di negara maju. Sehingga stabilitas harga betul-betul terjaga.

Menurut Herwawanto, kerjasama B to B ini tidak hanya dilaksankan dengan Pemkab Blitar. Sebelumnya, TPID Kalsel juga telah bekerja sama dengan Provinsi Jawa Timur. Rencananya, dalam beberapa hari ke depan TPID Kalsel juga akan melaksanakan kerjasama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

M Rizal Khalqi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here