Tukang Ojek dan Supir Angkutan Pedesaan Kotabaru Tolak Revisi UU No 22/2009

388

KabarKalimantan, Kotabaru – Revisi Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22/2009 tentang angkutan barang dan penumpang mendapat penolakan dari para tukang ojek dan sopir angkutan pedesaan di Kabupaten Kotabaru.

Abah Anto, salah satu tukang ojek yang mangkal di kawasan Pasar Kemakmuran, Kotabaru secara tegas menolak revisi undang-undang yang memperbolehkan ojek online beroperasi di Bumi Saijaan.

“Tidak ada ojek online saja, sekarang ini kami sudah sulit mendapatkan penumpang yang membuat penghasilan minim. Bayangkan saja jika ada ojek online,” ujar Abah Anto kepada wartawan KabarKalimantan, Jumat (4/5).

Senada dikatakan Abah Anto. Bambang Junaidi, salah satu sopir angkutan pedesaan jurusan Desa Langkang, Kotabaru juga merasa keberatan jika revisi UU itu diberlakukan.

“Intinya, kami para sopir angkutan pedesaan tak setuju dengan revisi UU itu,” tandas bambang.
ARDIANSYAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here