Jum. Feb 28th, 2020

Tuni Masuk Penjara karena Sekali Hisap

1 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepolisian Resor Kota Banjarmasin menangkap seseorang setelah kedapatan menjual narkotika jenis sabu. Polisi melakukan aksi undercover buy untuk meringkus penjual sabu bernama Hartoni alias Tuni (35) pada Jumat pekan lalu (4/8/2017).

Meskipun cuma mendapati paket sabu seberat 0,03 gram, polisi tetap menggiring Tuni ke sel penjara. Sabu seberat itu sejatinya hanya sekali hisap. Polisi menangkap Tuni sekitar pukul 16.15 Wita di RT 17 Gang Gembira, Jalan Kelayan B, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Alhasil, Tuni yang berperawakan kurus itu terpaksa digiring ke Mapolresta Banjarmasin.

Polisi menjebak Tuni setelah menerima informasi bahwa Tuni kerap melayani penjualan narkoba. Mendengar kelakuan Tuni, polisi menjebak si pelaku lewat penyamaran. Tuni pun membawa satu paket kecil sabu sesuai pesanan polisi. Melihat pelaku membawa sabu, polisi segera meringkus Tuni dan menggelandang ke sel penjara.

Polisi menduga Tuni sekedar perantara yang menyerahkan barang haram itu kepada pembeli. Menurut polisi, kelakukan Tuni melanggar Pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala Satuan Resnarkoba Polresta Banjarmasin, Komisaris Hadi Supriyanto, membenarkan penangkapan pelaku Tuni. “Kami amankan pelaku yang tertangkap tangan menyerahkan narkotika jenis sabu – sabu kepada Undercover Buy,” kata Hadi, Senin (7/8/2017).

Hadi berkomitmen membersihkan Kota Banjarmasin dari peredaran Narkoba. Mengacu UU Narkotika, pelaku Tuni terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun penjara. “Kami tidak peduli seberapa banyak barbuk yang didapat, pelaku akan kami jerat sesuai hukum berlaku,” tegasnya.

 

 

Eddy Khairuddin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.