Jum. Feb 28th, 2020

Ujian, Pentas “Nyanyuk” Kembali Digelar

2 min read

KabarKalimantan, Banjarbaru – Pertunjukkan musik “Nyanyuk” karya Lupi Anderiani akan kembali dipentaskan pada Sabtu (15/2/2020) mendatang. Kali ini pergelaran ditujukan untuk ujian.

Lupi Anderiani masih terdaftar sebagai mahasiswa penciptaan musik di pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Untuk menyelesaikan studi S2 tersebut, Lupi mesti menggelar karya orisinil.

“Nyanyuk” sejatinya sudah pernah digelar pada pergelaran musik Banua Maniti Ilun di Panggung Terbuka Bahtiar Sanderta, Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (20/7/2019) malam lalu. Karya ini pun digarap ulang. Rencananya, pentas dilaksanakan di Mess L Banjarbaru.

Lupi Anderiani menjelaskan, tema nyanyuk diangkat dari fenomena-fenomona yang terjadi dimasyarakat sekarang ini. Seperti berita tentang peristiwa pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, korupsi, dan berbagai tindak kriminal, juga bencana sosial-budaya yang terus bermunculan di koran, televisi, hingga internet.

“Hal ini menunjukkan banyak orang yang terganggu kejiwaannya: stress, mudah marah, tidak bisa mengendalikan diri, tidak mampu melakukan tindakan yang baik, tidak memikirkan kehidupan jangka panjang,” katanya.

Baca Juga :   Merasakan "Nyanyuk" di Mess L Banjarbaru

Selain itu, menurut Lupi masyarakat juga dijejali banyak berita bohong (hoax) yang bisa menggiring pendapat, menimbulkan kebingungan, dan keresahan. Banyak orang tidak bisa membedakan berita yang benar dan tidak benar.

“Faktor ekonomi menjadi pendorong utama berbagai aktifitas masyarakat modern. Permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat menggerus nilai-nilai sosial-budaya yang sudah dibangun lama hingga terjadi krisis nilai dan identitas,” ujarnya lagi.

Lupi mengungkapkan, dalam bahasa Banjar, gambaran situasi yang kacau dan membingungkan ini diungkapkan dengan istilah “nyanyuk”. Nyanyuk merupakan gejala psikologis akibat banyak persoalan yang belum mendapatkan jalan keluar sehingga menjadi beban pikiran, menimbulkan kebingungan.

“Orang yang sedang nyanyuk biasanya ditandai dengan ekspresi wajah linglung, meranyau (berteriak-teriak tidak karuan), dan pelupa (misalnya mencari barang yang sedang dipegang). Nyanyuk menggambarkan kejiwaan seseorang yang dipengaruhi oleh situasi sosial di sekitarnya yang semrawut,” kata Lupi.

Baca Juga :   Merasakan "Nyanyuk" di Mess L Banjarbaru

Reporter: M Ali Nafiah Noor
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.