Upaya Pemkab Balangan “Memanusiakan” ODGJ Disambut Baik Aktivis Sosial dan Kamanusiaan

2 min read
2.311

KabarKalimantan, Paringin – Upaya memanusiakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bumi Sanggam semakin intens dilakukan Pemerintah Kabupaten Balangan.

Melalui kerjasama instansi terkait dengan pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) “Budi Luhur” Banjarbaru, serta organisasi masyarakat dan Komunitas Wartawan Sanggam (KOWAS).

Menyikapi hal tersebut, salah satu aktivis sosial dan kemanusiaan di Kalimantan Selatan, Roly Supriadi atau akrab disapa Bang Orie menyambut baik, karena menurutnya hal tersebut langkah luar biasa yang belum tentu semua kabupaten bisa menanganinya, Kamis (30/9/2021).

“Selama ini, kita merasa cukup prihatin saat mendengar berbagai stigmatisasi dan diskriminasi yang masih sering dialami ODGJ. Antara lain dikeluarkan dari sekolah, diberhentikan dari pekerjaan, diceraikan oleh pasangan, hingga ditelantarkan oleh keluarga, bahkan dipasung, serta dirampas harta bendanya,” tuturnya.

Baca Juga :   Bupati Balangan Lantik 110 ASN

Dengan langkah luar biasa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Balangan, yang menurutnya gerakan ini mulanya di inisiasi oleh kepekaan sosial dari Ketua Tim Penggerak PKK Balangan, yakni isteri orang nomor satu di kabupaten setempat Hj Sri Huriyati Abdul Hadi atau akrab disapa Bunda Srie.

Hal tersebut bahkan diamini oleh pemimpin Pemerintahan Kabupaten Balangan saat ini, yakni H Abdul Hadi – H Supiani, sehingga kerjasama kemanusiaan terhadap para ODGJ yang terpasung pun mulai digalakkan sejak bulan Mei 2021.

Baca Juga :   Bupati Ansharuddin Resmikan Pasar Motor Second di Terminal Paringin

Menurutnya, sifat sosial H Abdul Hadi dan sang isteri Hj Sri Huriyati, sudah ia lihat sejak lama, bahkan sejak keduanya masih sebagai anggota DPRD Kabupaten Balangan.

“Seingat saya, H Abdul Hadi saat menjadi Ketua DPRD, bahkan pernah menunda sidang, hanya demi melayat sekaligus membopong jenazah seorang dhuafa yang tinggal sendiri, dan selama hidup ia dan isteri memberikan bantuan sembako serta pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, tepatnya 26 Juli 2018 silam,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk Bunda Sri, ia lebih banyak membantu dalam kegiatan sosial, sembako dan mudah percaya dengan orang lain. Dalam pergaulan tidak memilih strata sosial, siapapun ia terima sebagai kawan hingga saudara.

Baca Juga :   Satu Warga Dinyatakan Positif Terpapar Corona, Pemkab Balangan Tingkatkan Monitoring terhadap Cluster Gowa

Jadi sangat wajar ketika memiliki jabatan sebagai pemimpin balangan saat ini, kegiatan sosial dan kemanusiaan di Balangan menjadi salah satu fokus dalam upaya membangun dan membantu masyarakatnya.

“Meskipun begitu kita semua tahu, tidak semua orang dapat menerima atau menilai baik hal tersebut, akan selalu ada cara dan upaya untuk menjatuhkan orang-orang yang berusaha berbuat baik, semoga hal yang baik akan terus berlanjut di Balangan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *