Usulan Banyak Dicoret, Dewan Anggap Pemkot Tak Serius Urusi PIP

Sri Nurnaningsih Anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin dari Praksi Demokrat

KabarKalimantan, Banjarmasin – Banyaknya usulan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) untuk SD dan SMP di Banjarmasin yang dicoret kementerian menuai reaksi keras dari wakil rakyat di DPRD Banjarmasin.

Dewan menganggap, dengan adanya kejadian ini, dapat disimpulkan jika tidak ada keseriusan dari instansi pengelola program dari pemerintah pusat tersebut. Pasalnya, persoalan ini selalu saja terjadi setiap tahun.

“Lagi-lagi soal penolakan usulan ini. Apakah tidak pengalaman tahun sebelumnya tidak menjadi pelajaran? Saya menganggap kerja instansi terkait tidak benar,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin Sri Nurnaningsih, Senin (3/9/2018).

Seharusnya ujar Politikus Partai Demokrat ini, bercermin dari tahun sebelumnya, penolakan usulan bisa dihindari dengan cara melakukan pendataan ulang. Sehingga data yang diserahkan ke kementerian tidak itu-itu saja.

“Banyak tidak tepat sasaran. Yang sudah dapat malah diusulkan lagi. Sedang yang belum malah tidak diusulkan. Bahkan saya lihat angka penolakan tahun ini naik dari 2017. Ada apa?” cecarnya.

Akibat kejadian ini, lanjut Sri tentu saja menjadi kerugian bagi dunia pendidikan, khususnya di Banjarmasin. Mengingat, anggaran yang sudah digelontorkan pemerintah pusat untuk menunjang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu malah menjadi Silpa.

“Jadi saya minta Pemkot jangan anggap remeh hal seperti ini. Data lah betul-betul sebelum diusulkan. Agar kejadian semacam ini tidak selalu berulang setiap tahun,” pungkasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   Kinerja Pemkot 'Loyo', Belanja Daerah Banjarmasin 2017 Hanya 77,26 Persen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here