Vaksinasi Kedua, Warga Kembali Berkerumun, Dewan Nilai Ini Tidak Siap

2 min read
2.582

KabarKalimantan, Banjarmasin – Vaksinasi massal dosis kedua yang digelar Pemkot Banjarmasin di GOR Hasanuddin di Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin kembali menimbulkan kerumunan warga.

Sebelumnya di hari pertama vaksinasi, hal serupa juga terjadi. Kalangan wakil rakyat di DPRD Banjarmasin pun menyayangkan hal tersebut.

Dewan menilai pelaksanaan vaksinasi tidak dipersiapkan dengan baik, apalagi saat ini Banjarmasin tengah memberlakukan PPKM level 4.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali mengatakan, ini menjadi catatan tersendiri, dalam PPKM tertuang aturan yang tidak memperbolehkan adanya kerumunan warga.

Baca Juga :   ​Sempat Dianulir, 5 Pejabat Pemkot Banjarmasin Ini Akhirnya Resmi Jadi Kepala Dinas

Pelaksanaan vaksinasi ujar Matnor, seyogyanya harus dipersiapkan secara matang dan tetap memberlakukan Prokes dengan ketat. Petugas vaksinasi pun harus berkoordinasi dengan petugas PPKM, khususnya Pol PP sebagai garda terdepan yang di bantu oleh TNI dan Polri.

“Artinya ini Kelengahan,” kata Matnor kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Zainal Hakim menyampaikan, elemen yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi dosis kedua ini harus memiliki persiapan matang, sehingga diharapkan proses vaksinasi tidak menimbulkan kerumunan.

Baca Juga :   Aliansi Mahasiswa Kalsel Ngamuk di DPRD Kalsel

Politikus PKB ini mejelaskan, banyak pelayanan kesehatan yang dapat dilibatkan dalam proses vaksinasi ini, diantaranya Puskesmas, instansi dan beberapa tempat lain, seperti Palang Merah Indonesia yang memiliki kesiapan vaksinasi.

“Ada Puskesmas dan tempat tempat lain, jadi tidak terpusat, bisa dibagi, sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Baca Juga :   Bandara Syamsudin Noor Gelar Vaksinasi Covid-19 Gelombang Kedua

Dirinya pun meminta warga yang ingin melakukan vaksinasi dosis pertama dan kedua untuk bersabar. Tetap mematuhi aturan yang berlaku, menerapkan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Ini menjadi masukan dan evaluasi bagi pelaksana vaksinasi. Jangan sampai terulang lagi. Warga juga perlu kesadaran tentang 3M,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *