Waduh, Dua Pejabat Pemkot Banjarmasin Ini Beda Pendapat Soal Penggunaan Dermaga Apung Tendean

112

BANJARMASIN, KK – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banjarmasin menegaskan dermaga apung di Siring Piere Tendea dibangun bukan untuk PKL, melainkan untuk pedagang di pasar terapung.

“Dermaga apung untuk pedagang pasar tarapung, bukan untuk PKL,” ucap Khuzaimi, Kabid Pengembangan Disbudpar Banjarmasin kepada Kabar Kalimantan, Kamis (9/2/2017).

Pernyataan tersebut berseberangan dengan keinginan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Prio Eko yang menghendaki dermaga apung yang menghabiskan anggaran Rp3,5 miliar tersebut digunakan menampung PKL yang ditertibkan.

Menurut, Khuzaimi kurang pas kalau PKL diposisikan di dermaga apung yang rencananya akan dibangun sepanjang 120 meter dan dibagi menjadi tiga bagian tersebut. Biasanya, kata dia, PKL itu berada di darat bukan di atas sungai.

“Apakah Ada PKL berjualan di atas dermaga? Di Thailand saja PKL posisinya di samping,” cetusnya.

Selain untuk pedagang di pasar tarapung, rencananya di atas dermaga apung tersebut bakal dibangun panggung hiburan yang disediakan untuk hiburan musik.

Sementara itu, kepala Diskopumker Banjarmasin, Prio Eko mengatakan pihaknya menghendaki dermaga apung digunakan untuk menata PKL siring.

Sebab, menurutnya, nasib para PKL hingga saat ini masih belum jelas. Ia tidak ingin ada seleksi untuk PKL yang berjumlah 375 tersebut. Serta menginginkan semuanya bisa ditempatkan di dermaga apung.

“Selain itu dapat menghidupkan ekonomi kerakyatan secara nyata. Saya yakin itu nantinya menjadi ciri khas tersendiri bagi Banjarmasin,” urainya. bur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here