Jum. Feb 28th, 2020

Walikota Ibnu Sina Minta Penyaluran BPNT Tepat Sasaran

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, meminta Dinas Sosial Kota Banjarmasin agar tepat sasaran ketika menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Keluaraga Penerima Manfaat (KPM).

Menurutnya, sesuai arahan Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa saat bertandang ke Banjarmasin beberapa bulan lalu, BPNT menyasar warga kurang mampu. Maka itulah, kata Ibnu, perlu ada verifikasi data yang valid sebelum bantuan disalurkan.

“Sesuai arahan dari Menteri Sosial kemaren BPNT ini harus tepat sasaran. Masyarakat penerima manfaat ini tidak lagi diberikan uang secara langsung, tapi dalam bentuk direkening,” ucap Ibnu Sina usai membuka Sosialisai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Banjarmasin Tahun 2017 di Aula Kayuh Baimabai Balai Kota Banjarmasin, Kamis (16/11/2017).

Dia menghendaki, para KPM yang menerima BPNT bisa menggunakan bantuan dari pemerintah sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang berlaku. Uang BPNT hanya bisa dibelanjakan lewat e-warung yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

Baca Juga :   Walikota Banjarmasin Ingatkan Warga Jaga Persatuan Jelang Pemilu 2019

“Sesuai arah pak Presiden juga, bantuan ini jangan sampai disalah gunakan, misal digunakan untuk beli rokok. ini untuk keperluan misal bahan pokok, keperluan sekolah, dan keperluan lain yang bermanfaat,” katanya.

Ibnu berharap program BPNT bisa meringankan beban masyarakat kecil untuk memenuhi keperluan hidup, menambah kualitas gizi, dan nutrisi masyarakat. Apalagi BPNT digabungkan dengan program lain, seperti KIP dan KIS.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Esya Zain Hafizie mengatakan, KPM menerima bantuan senilai Rp 1.800.000 per tahun per keluarga. Di Banjarmasin, KPM sebanyak 17. 264 kepala keluarga.

“Tidak semuanya mendapat. Saat ini sekitar 9000 yang menerima. Tapi kita selalu upayakan untuk Banjarmasin setiap tahunya selalu bertambah yang mendapatkan bantuan ini,” kata Esya.

Saat ini Dinsos terus berupaya melakukan verifikasi data KPM atau yang dulunya disebut warga miskin tersebut. Esya mengakui selama ini banyak terjadi kekeliruan data, dimana banyak warga yang sebenarnya tergolong mampu, justru menerima bantuan uang.

Baca Juga :   Ibnu Rela Tunda Perayaan Demi Command Center

Toh, Esya mengklaim Banjarmasin merupakan salah satu kota yang dinilai paling baik dalam memberikan laporan data kemiskinan ke Kementerian Sosial. Buktinya Banjarmasin merupakan kota pertama yang mendapat sosialisasi (BPNT) tersebut dari Kementarian.

MUHAMMAD SYAHBANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.