Warga Ancam akan Pasang Patok dan Ambil Kembali Lahan yang Ditambang PT BIB

1696

KabarKalimantan, Batulicin – Ribuan massa yang dikoordinatori Forum Gerakan Masyarakat Borneo (FGMB) melakukan demonstrasi di lokasi tambang PT Borneo Indobara (BIB), Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (19/6/2019).

Mereka menggelar aksi lantaran merasa jengah terhadap PT BIB selaku pemegang izin konsesi Perusahaan Kontrak Penambangan Batubara (PKP2B) di Kecamatan Angsana yang terkesan tak ada niat untuk menyelesaikan pembayaran ganti untung kepada masyarakat pemilik lahan di desa setempat.

Ketua Forum Gerakan Masyarakat Borneo (FGMB) sekaligus koordinator penerima kuasa pemilik lahan masyarakat Surya Aji Saka mengatakan, masyarakat Desa Sebamban Baru, Sebamban Lama di Kecamatan Angsan, serta Desa Hati’if dan Desa Mangkalapi di wilayah Kecamatan Kusan Hulu merasa sangat kecewa dan tak terima terhadap ulah PT BIB yang melakukan penambang di lahan milik mereka tanpa adanya ganti untung.

“Terhitung sudah satu tahun, sejak tahun lalu hingga kini masalah lahan milik masyarakat ini belum juga mendapatkan ganti untung. Padahal sebagian besar lahan milik warga jelas-jelas sudah diekploitasi secara besar-besaran oleh PT BIB,” kata Surya Aji Saka.

Ia menegaskan, seluruh lahan yang ditambang PT BIB tersebut memang milik warga yang dapat dibuktikan dengan adanya legalitas segel atau Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh pemerintah desa sejak 1997.

“Masyarakat hanya menuntut PT BIB membayar ganti rugi lahan, berupa sewa jalan hauling di Desa Sebamban dan Angsana sebesar Rp 5.000/ tonase. Kemudian untuk fee lahan sebesar Rp 10.000/ tonase,” tandasnya.

Sementara itu, dalam mediasi dengan pihak perusahaan yang berlangsung di Aula Pantai Angsana nampaknya belum menemukan titik terang. Pihak Manajemen PT BIB pun meminta waktu satu minggu untuk segera memberikan jawaban atas tuntutan masyarakat tersebut.

Namun, jika dalam satu minggu belum ada kejelasan. Maka, pihak FGMB akan mendatangi ke kantor PT BIB untuk bermediasi dan menuntut agar perusahaan meberikan kompensasi terhadap masyarakat pemilik lahan tersebut.

Reporter: Slamet Riadi
Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here