Warga Banjarsari Sebut BPN Akar Permasalahan Sengketa Lahan

1612

KabarKalimantan, Batulicin – Warga Desa Banjasari, Kecamatan Angsana tuding Badan Pertanahan Nasional (BPN) merupakan muara permasalahan sengketa lahan milik mereka, yang kini masuk dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Ladang Sumber Abadi (LSI) yang berada di wilayah desa setempat.

Kepala Desa Banjarsari H Aep Saprudin, mengatakan, lahan warga transmigrasi yang masuk dalam areal HGU PT LSI tersebut seluas 140 hektare dan belum ada ganti rugi. Padahal, lahan transmigrasi itu merupakan program pemerintah pusat sejak 1982 lalu, dan status lahannya sudah memiliki legalitas sertifikat.

“Tentu saja hal ini tak membuat nyaman warga untuk berusaha dan berkebun, karena saat ini lahan mereka telah dikuasai dan sudah ditanami ribuan pohon kelapa sawit oleh pihak PT LSI yang HGU-nya baru terbit pada tahun 1999,” ujar Aep.

Ia mengungkapkan, selama puluhan tahun lebih warga hanya membiarkan lahan mereka diambil PT LSI. Akhirnya, pada 2017 lalu, warga menyurati wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu.

“Hingga saat ini surat itu belum juga ada tanggapan atau solusi yang diberikan oleh pihak dewan,” tandasnya.

Mewakili warganya, Aep pun berharap PT LSI mengembalikan dan mengganti rugi lahan warga Desa Banjarsari. “Kami juga meminta pemerintah daerah dapat mencarikan solusi atas masalah ini,” ujarnya.

Reporter: Slamet Riadi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here