Warga Binaan Ini Diberi Kesempatan Belajar di Luar Lapas

301

KabarKalimantan, Banjarmasin – Masradi (17) tampak sibuk, dia berusaha sebisa mungkin memberi pemahaman kepada ibu-ibu PKK untuk membuat kerajinan tangan. Siapa sangka remaja asal Kelurahan Pekauman ini ternyata masih dalam masa tahanan.

Masradi merupakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas II Anak di Jalan Pintu Air, Tanjung Rema, Martapura. Dia tersandung kasus  Narkotika, divonis dua tahun sepuluh bulan penjara, dan denda Rp 60 juta.

Dia sudah dua bulan menjalani masa tahanan. Meski di Lapas mendapatkan pendidikan umum dan agama, tentu saja, berada di balik jeruji bukan hal yang nyaman. Terlebih perkelahian antar warga binaan kerap terjadi, membuat Masradi makin gelisah.

Atas kerjasama antara Lapas dan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar Banjarmasin, dia memiliki kesempatan untuk berada di luar Lapas. Kendati demikian dia tetap harus wajib lapor. “Tidak apa-apa biar harus bolak balik lapas setiap hari,” ujarnya.

Saat ini Masradi diberi waktu tiga bulan untuk belajar di Rumah Kreatif. Baru dua hari bergabung di Rumah Kreatif, dia sudah diminta membantu kegiatan pelatihan kerajinan tangan yang diadakan Disperindag dan TP PKK Banjarmasin di Balai Kota Banjarmasin.

“Baru pertama kali ikut, karena saya juga baru dua hari di sini. Paling diminta bantu-bantu menjelaskan karena kemarin sempat diberi pembekalan,” ucapnya.

Meski sering berada di luar Lapas tak Masradi tak sedikitpun terpikir untuk melarikan diri. Sebab ujarnya, tindak itu tentu saja akan menjadi masalah baru baginya. “Saya tidak pernah tergoda, dan ada niat untuk kabur. Nanti malah tambah berat hukuman saya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar Banjarmasin, Arifin mengatakan, pihaknya sengaja diminta untuk memberikan pendidikan, khususnya dibidang usaha kreatif terhadap warga binaan.  “Kami memang sudah ada MoU dengan pihak Lapas, kalau waktunya sudah tiga bulan baru diganti lagi orangnya,” imbuhnya.

Saat ini lanjut Arifin, di Rumah Kreatif ada empat warga binaan yang ikut pelatihan. Lantas apakah Arifin tidak khawatir jika mereka melarikan diri? Pertanyaan itu disanggahnya dengan menjawab sangsi jika mereka akan kabur. “Kalau kabur, di Kalsel ini mudah saja melacaknya,” tambahnya.

M Syahbani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here