Kam. Apr 2nd, 2020

Warung Makan Mahasiswa Kawasan Cendana Banjarmasin Naik Harga

2 min read

BANJARMASIN, KK – Tampaknya para mahasiswa Unlam Banjarmasin dan sekitarnya patut berhemat. Sebab, harga makanan di kawasan Jalan Cendana yang jadi favorit mahasiswa kini naik.

Beberapa warung makan di Jalan Cendana, Kelurahan Sungai Miai, memang jadi andalan sebagian besar mahasiswa. Selain harganya relatif murah, rasanya juga lumayan oke.

Kini para pemilik warung menaikkan harga jual menyusul naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional yang sudah terjadi sejak sebulan terakhir.

“Untuk menyesuaikannya saya menaikkan harga sekitar 10 persen,” kata pemilik usaha warung makan “Warung Bulek” Suroso di kawasan Cendana, Jumat (23/12/2016).

Menurut dia, awalnya dirinya memperkirakan harga kebutuhan pokok akan kembali normal setelah 10 hari, akan tetapi karena harga tidak kembali turun, maka harga jual dinaikkan dari hari ini, kalau penjualan yang lain sudah menaikkan dari sepekan yang lalu.

“Sebelum dinaikkan, warung sempat bertahan dengan harga lama, namun setelah dipertimbangkan karena harga tidak kembali normal dan tuntutan harus membayar upah karyawan yang juga naik, maka harga juga naik,” katanya.

Menurut dia, berbagai kebutuhan pokok yang harganya naik yakni bumbu dapur seperti cabai dan ayam potong, komoditas itu merupakan bahan baku yang dibutuhkan untuk aneka menu di warung makan ini. Meski harga dinaikkan, kata dia pihaknya tidak sampai mengurangi porsi menu.

Widy salah seorang mahasiswa Unlam mengaku tidak ada keluhan. “Ga apa-apa kalo naik sedikit,” ucap gadis manis berlesung pipit ini.

Sementara, berdasarkan pantauan Kabar Kalimantan di Pasar Sentra Antasari para penjual menyebutkan sejumlah harga bumbu dapur seperti cabai merah keriting dari rata-rata Rp25.000 per kilogram pekan lalu menjadi Rp50.000 per kilogram. Kemudian, cabai rawit merah dari Rp25.000 per kilogram pekan lalu menjadi Rp60.000 per kilogram pada pekan ini. Sementara harga ayam potong dari kisaran Rp25.000 menjadi Rp40.000

Menurut pedagang sayuran, Sunali, kenaikan harga komoditas tersebut disebabkan karena stok yang terbatas akibat musim hujan, sehingga pasokan berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi.

“Selama masih musim hujan, diperkirakan harga bumbu dapur dan sayuran akan berubah, bahkan cenderung harganya naik,” katanya. idr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.