Wasit (Masih) Jadi ‘Penyakit’

222

KabarKalimantan – Laga lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang mempertemukan antara Persela Lamongan dan Persija Jakarta pada Minggu (20/5) malam lalu ternoda oleh kepemimpinan wasit Annas Apriliandi.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Surajaya, Lamongan tersebut Persela selaku tuan rumah berhasil menundukkan Persija dengan skor 2-0.

Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco menyebut, tim asuhannya kalah bukan karena Persela bermain lebih baik, tetapi karena wasit.

Persija dan Persela bermain sangat terbuka sepanjang pertandingan. Namun, pada menit ke-83 sebuah gol kontroversial dicetak oleh pemain asing Persela Diego Assis.

Gol tersebut dinilai kontroversial karena Diego Assis memasukkan bola dengan menggunakan tangannya. Berawal dari tendangan salto Diego Assis yang membentur tiang gawang, bola pantul yang meninggalkan gawang disodoknya dengan tangan ketika terjadi perebutan bola dengan Daryono.

Tak hanya sang pelatih, Kapten Persija Ismed Sofyan pun merasa sakit hati dengan kepemimpinan wasit Annas Apriliandi. Ismed menilai, kepemimpinan Annas di laga Persela versus Persija jadi bukti bahwa kualitas wasit Indonesia harus diperbaiki lagi.

Baca Juga :   Pengurus KONI Banjarmasin 70 Persen Wajah Baru

“Saya tak habis pikir. Ini sudah 2018, kenapa setiap tahun masalah wasit tak pernah bagus. Banyak pertandingan yang dilaksanakan di Liga 1 bermasalah dengan kepemimpinan wasit yang tak becus. Dalam siaran langsung saja, wasit berani ambil keputusan konyol,” tegas Ismed dikutip dari vivanews.com.

Peningkatan kualitas wasit, disebut Ismed, sebenarnya berasal dari kesadaran sang pengadil. Bek 38 tahun itu menyatakan sudah seharusnya wasit berpegang teguh pada law of the game.

“Wasit harus punya rasa malu saat ambil keputusan konyol. Harus sadar diri. Pemain dapat pembekalan soal law of the game sebelum musim dimulai. Percuma kalau latihan keras pagi dan sore, tapi kami dikalahkan oleh wasit,” kecam Ismed.

Persija benar-benar tidak bisa menerima kepemimpinan wasit Annas Apriliandi tersebut. Manajemen Macan Kemayoran pun membuat laporan yang ditujukan kepada Komisi Disiplin PSSI yang diteruskan ke PT Liga Indonesia Baru dan PSSI. Surat itu ditandatangani Sekretaris Persija Rahmad Sumanjaya, Manajer Persija Marsma TNI Ardhi Tjahjoko dan pelatih Persija Stefano Cugurra Teco.

Baca Juga :   Mahasiswa Berprestasi Uniska Terima Uang Pembinaan

Satu hal yang menjadi penekanan Persija adalah asisten wasit kedua, Jujuk Suharso, sempat mengangkat bendera ketika gol kontroversial tersebut terjadi. Namun, ketika Annas Apriliandi mengesahkan gol tersebut, Jujuk langsung menurunkan bendera yang sempat diangkatnya.

“Kami sudah berjuang, bermain tanpa lelah. Namun, kenapa wasit seperti ini masih diberi kesempatan untuk memimpin pertandingan sekelas Liga 1. Permainan bagus dan menarik, tetapi dirusak oleh kepemimpinan wasit yang tidak pantas dan cakap,” ujar Ardhi Tjahjoko.

“Kami telah melampirkan bukti-bukti yang kami miliki dan semoga ada tindaklanjut dari ini semua. Tolong berikan hukuman kepada wasit yang sepert ini, jangan hanya pemain atau ofisial yang diberikan hukuman,” tegas manajer Persija itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here